SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Sejumlah langkah strategis akan dilakukan Dinas Kepemudaan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Jawa Tengah, untuk menekan potensi penularan Covid-19. Utamanya menjelang cuti bersama dan libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020 dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW hingga akhir pekan nanti.
Lokasi yang menjadi perhatian Dinporabudpar adalah tempat-tempat wisata. Baik wisata alam, wisata kuliner maupun wisata heritage. Petugas akan memperketat dan memantau pemberlakukan protokol kesehatan (prokes) di masing-masing objek wisata.
Menurut Kepala Dinporabudpar, Slamet Pamudji, libur panjang di tengah pandemi bukan berarti tempat wisata tutup. Melainkan harus menyesuaikan dengan prokes yang berlaku. Melalui Bidang Pariwisata, pihaknya akan mengantisipasi lonjakan kunjungan wisata dengan memantau pemberlakuan prokesnya.Â
“Kita akan sampaikan imbauan kepada seluruh pengelola daya tarik wisata yang sudah terdata,†ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (26/10/2020).
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Dinporabudpar Blora, Wahyu Tri Mulyani, menyampaikan, secara teknis pihaknya akan menghubungi seluruh pengelola daya tarik wisata agar bisa memberlakukan prokes dengan ketat dan melaporkannya dalam bentuk video secara real time kepada Dinporabudpar.
Mulai dari penyediaan alat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, dan pembersihan lokasi wisata pada saat sebelum buka dan setelah tutup. Pengelola juga harus mewajibkan pengunjung memakai masker.
“Tidak hanya memantau pelaksanaan prokesnya, kami juga akan meminta data jumlah pengunjung secara berkala sehingga bisa menjadi dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan selanjutnya. Kami tidak ingin sektor pariwisata menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19,†ucap Wahyu Tri Mulyani.(ams)