Ketua BUMDes : Sewa Kios untuk Peningkatan Pengelolaan Pasar Gayam

21299

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengklaim tidak sekadar mengambil untung dari harga sewa kios dan lapak pasar desa yang dikelolanya.

“Dalam menentukan harga sewa, banyak pertimbangan. Tidak semata mata demi keuntungan,” ujar Ketua BUMDes Gayam, Siswanto, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (1/11/2020).

Menurutnya, penentuan harga sewa kios dan lapak lebih didasarkan pada kesehatan keuangan dan manajemen Pasar Desa Gayam. 

“Kami menyiapkan proyeksi pasar jangka panjang baik bisnis llant. Termasuk BEP atau Break Even Point pasar. Semuanya kami hitung,” tegasnya.

Dijelaskan, harga sewa yang diberikan dihitung mulai dari biaya operasional pasar, biaya perawatan, hingga penyusutan nilai bangunan. Namun demikian, BUMDes Gayam tidak menutup mata dengan keberatan dan keluhan dari pedagang atas harga sewa ini. 

“Kami sedang menghitung ulang supaya sama-sama jalan. Operasional pasar tertutupi dan pedagang juga tidak keberatan,” imbuhnya.

Intinya, BUMDes Gayam mengupayakan yang terbaik untuk pengelolaan pasar. Sebab pengelolaan pasar sebelumnya alakadarnya (bukan BUMDes) termasuk biaya sewa, retribusi dan lain lain belum ditertibkan.

Baca Juga :   Tebus Pupuk Program KPM Bayar Rp20 Ribu, DKPP : Itu Tidak Dibenarkan

Sementara, biaya yang muncul akan diikuti oleh fasilitas dan pengelolaan yang baik. Pedagang lebih tenang dan masyawarakat yang beraktifitas di Pasar Gayam juga lebih nyaman.

“Sehingga manfaat adanya pasar ini lebih bisa dirasakan oleh masyarakat secara luas. Itu harapan kami,” tandasnya. 

Siswanto mengaku sangat menyayangkan, adanya protes yang tidak sesuai jalur oleh beberapa pedagang. 

“Padahal kami dari pengurus, sedang mengupayakan harga yang sesuai dengan harapan paguyuban Pedagang dan pengelola juga bisa memenuhi operasional pasar kedepannya,” bebernya.

Harga sewa kios Pasar Gayam dinilai melambung tinggi. Ongkos sewa yang semula hanya Rp15.000 perbulan (sebelum dibangun), sekarang ini menjadi Rp4.150.000 per tahun. 

“Tarif sewa ini yang membuat pedagang keberatan,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Gayam Haji Soleh. kepada suarabanyuurip.com. 

Menurutnya, para pedagang menginginkan harga sewa 50% dari yang telah ditentukan.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *