SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) telah membuka empat Pelatihan Program Kerja Sama dengan Pemerintah Kabupaten Tuban dan Pelatihan Program Bantuan Masyarakat. Yaitu pelatihan Operator Scaffolding, Perawatan Mekanik Angkatan II, Operator Pesawat Angkat Unit Forklift Angkatan II, dan Operator Kesehatan dan Keselamatan Kerja Angkatan II.
Pembukaan pelatihan diselenggarakan di Gedung Utama PPSDM Migas Lantai 3, dan dibuka oleh Kepala PPSDM Migas diwakili oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan SDM, Sulistyono. Hadir pada kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban Asri Buana, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora Achmad Nur Hidayat, dan Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro Joko Santoso.Â
Pelatihan Program Kerjasama Dengan Pemerintah Kabupaten Tuban dan Program Bantuan Diklat Masyarakat ini akan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 20 November 2020 di PPSDM Migas. Dilanjutkan ujian sertifikasi tanggal 23 sampai dengan 25 November 2020.Â
Pelatihan Operator Kesehatan dan Keselamatan Kerja direncanakan sebanyak 120 jam pelajaran, terdiri dari 50 jam teori dan 70 jam praktik. Pelatihan Operator Scaffolding direncanakan sebanyak 120 jam pelajaran, terdiri dari 60 jam teori dan 60 jam praktik.Â
Kemudian, pelatihan Perawatan Mekanik direncanakan sebanyak 120 jam pelajaran, terdiri dari 50 jam teori dan 70 jam praktik, dan Pelatihan Operator Pesawat Angkat Unit Forklift direncanakan sebanyak 120 jam pelajaran, terdiri dari 50 jam teori dan 70 jam praktik.Â
Pada pelatihan ini peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Tuban, Kabupaten Blora, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Pandeglang.
Pada kesempatan itu, Sulistyono mewakili Kepala PPSDM Migas berpesan agar semua peserta pelatihan agar memanfaatkan waktu dan kesempatan yang sebaik- baiknya. Â
“Untuk mendapatkan ilmu, baik itu secara teori maupun praktik. Sehingga ilmu yang didapatkan dapat berguna sebagai bekal di masa yang akan datang,” ujarnya. (adv/ams)