SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Proses hukum dugaan kecurangan dan jual beli pengisian perangkat desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabuparen Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan terus berlanjut. Bukti dan saksi sudah terkumpul, dan tinggal menunggu proses selanjutnya.
“Indikasi jual beli jabatan sudah lama. Bahkan sebelum dibukanya pendaftaran calon perangkat desa,” kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anam Warsito, Pendamping Hukum Forum Masyarakat Ngraho Bersatu (Rumangsa).Â
Anam, panggilan akrabnya, menyampaikan salah satu saksi kunci jual beli jabatan perangkat Desa Ngraho sudah membuat surat kuasa kepadanya.Â
“Saksi kunci ini adalah satu-satunya yang dipanggil ke rumah kades,” tegasnya.
Anam membeberkan, ada tiga nama yang persis masuk dalam daftar dan dipastikan menjadi perangkat desa sebelum tes pengisian digelar.Â
“Dugaannya ini masing-masing dimintai Rp300 juta. Sebab, satu klien kami dimintai uang sebesar itu dan harus tersedia dalam tiga hari,” ungkap mantan Anggota DPRD Bojonegoro itu.
Karena tidak bisa memenuhi permintaan uang Rp300 juta dalam tiga hari, lanjut Anam, maka klienya tidak lolos seleksi. Namun 3 nama yang telah dipersiapkan, ternyata lolos dan terpilih. Sementara orang ke-4 adalah pengganti kliennya.
“Niat jahatnya sudah ada sejak awal,” tegasnya.
Untuk bukti-bukti lain, nanti akan dilengkapi dalam proses selanjutnya dari aduan yang dilayangkan.Â
“Kami minta Polres Bojonegoro mengusut tuntas persoalan ini,” katanya.
Adapun 4 lowongan perangkat Desa Ngraho yang menjadi rebutan antara lain, Sekretaris Desa, Kasi Kesra, Kasi Perencanaan dan Kasi Pelalayanan.Â
Muntari, salah satu peserta seleksi, merasa dipermalukan. Ia mengaku diminta untuk menyiapkan uang sebesar Rp300 juta dalam tiga hari, dan merasa tidak sanggup.Â
“Jam 9 malam persis, setelah tes saya menelpon kepala desa untuk minta kejelasan. Justru yang diminta bicara adalah preman dan menantang untuk berkelahi,” akunya.Â
Muntari menyampaikan jika proses hukum akan terus dilanjutkan. Pengaduan ke Polres Bojonegoro telah dilakukan pada Jumat lalu.(ams)Â