SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pandemi covid-19 bukan lantas membuat Dedi Bagus Prasetyo berpangku tangan. Ia berhenti bekerja, dan memilih beternak lele dan ikan cupang di rumah. Hingga kini, hasil dari budidaya ikan ia mampu meraup omset hingga Rp 10 juta dalam sebulan.
Sebelumnya, ia sempat menjadi manager di sebuah perusahaan. Namun, semenjak adanya pandemi Covid-19 jam kerjanya dibatasi. Sehingga, ia memutuskan untuk berhenti pada Agustus lalu. Setelah itu, lebih memilih beternak ikan lele dan cupang.Â
Lelaki usia 30 tahun ini, dari hasil usahanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Dedi sapaan akrabnya memilih beternak lele dan cupang bukan karena sebelumnya juga pernah beternak lele namun sempat vakum.
Namun, untuk ikan cupang sudah menjadi hobi. Karena, ikan cupang telah menjadi tren dan banyak diminati masyarakat, ia mencoba membudidayakanya.Â
“Sebelumnya saya pehobi, tetapi hanya sebatas mengoleksinya saja sebagai hiasan,” katanya.
Usaha ikan Dedi banyak diminati dalam sebulan ia mampu mendapat omset mencapai Rp10 juta. Namun, dari dua ikan yang dibudidayakannya ikan cupang lebih diminati. Kini, ikan cupang menjadi tren di tengah pandemi.
“Kalau peminat ikan lele, juga sangat tinggi sampai saya kewalahan untuk menyediakan stok,” kata lelaki asal Desa/Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.
Dia menambahkan, ikan lele mempunyai harga berfariasi mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 500 ribu dengan berbagai jenis. Seperti jenis ikan multicolor, nemo, dan koi. Sedangkan, bibit ikan lele dengan panjang 2 hingga 3 sentimeter (cm) ia jual Rp120 per ekornya. (jk)