SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pandemi Covid-19 belum diketahui sampai kapan akan berakhir. Namun kondisi tersebut tak menghalangi para atlet Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk tetap berlatih sesuai cabang olahraga (cabor) yang mereka tekuni.
Ika Yuliana Rohmawati, misalnya. Atlet panahan andalan kabupaten kaya migas-sebutan lain Bojonegoro- ini berbagi tips dalam menjaga motivasi berlatih agar tetap tinggi di masa pandemi.
Peraih medali emas dari belasan kejuaran tingkat asia dan dunia sejak 2007 ini menuturkan, ada dua sisi motivasi yang mempengaruhi seorang atlet tetap berlatih, yakni sisi eksternal dan sisi internal.
“Sisi eksternal ini bisa dari dukungan keluarga, pelatih, dan teman-teman di sekeliling kita,” ungkap atlet kelahiran 1989 asli Bojonegoro ini kepada SuaraBanyuurip.com Sabtu (28/11/2020).
Sedangkan sisi internal, lanjut Ika Yuliana, berasal dari dalam diri sendiri, salah satunya berupa impian atlet itu sendiri. Sebab dengan punya impian, pribadi atlet bisa sangat termotivasi dalam berlatih.
Selain itu, imbuh Ika, demikian panggilan akrabnya, atlet harus punya target tertentu dalam prestasi yang dikejarnya untuk tetap mempunyai semangat tinggi dalam latihannya.Â
“Dengan begitu, meski dalam masa pandemi, semangat berlatih akan tetap terjaga,” tegasnya.
Ika mengaku, selama masa pandemi tetap berlatih meskipun dilakukan di lingkungan rumah. Untuk menunjang motivasi berlatih diperlukan pula fisik yang bugar, dengan mengatur pola hidup sehat, pola tidur yang baik dan berkualitas, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan cukup beristirahat.
Atlet yang sudah dikaruniai satu putri dari pernikahannya dengan Rachmad Tri Sumitro ini juga berpesan agar tidak melupakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat beraktivitas ke luar rumah.
“Saat harus berlatih ke luar rumah, jangan lupa pakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta pergunakan hand sanitizer, lakukan kembali cek kebersihan diri saat kembali ke pulang ke rumah,” katanya.
Sementara itu, M. Fauzan, atlet angkat besi Puslatda Jatim asli Dander mengeluhkan berlatih di saat pandemi tanpa didampingi langsung dari pelatih.Â
“Rasanya kurang maksimal,” ucapnya.
Selama ini, Fauzan berlatih secara individu di Gym Gladiator, dengan dipantau pelatih via smartphone.
“Menurut saya itu kurang maksimal, karena di angkat besi ini membutuhkan teknik dan kecepatan yang pas. Jadi kalau ada pelatih yang secara langsung mendampingi kan bisa mengkoreksinya, dan kita bisa langsung mempraktekannya,” ungkapnya.
Akan tetapi Fauzan menyadari protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 harus tetap dipatuhinya. Latihan rutin lima kali dalam seminggu pun tetap dilakukan dengan penuh semangat, disiplin tinggi, dan menjaga pola makan serta istirahat yang teratur.
“Kenapa saya memilih tetap latihan, karena saya ingin membahagiakan keluarga saya dan memperbaiki ekonomi kedepannya. Selain itu, saya punya cita-cita ingin menjadi juara nasional sampai internasional. Olahraga sudah menjadi lifesyle bagi saya, bukan lagi sekedar hobi,” tandasnya.
Terpisah, Presiden Kaypang Sport, M. Muslim mengatakan, dua atlet kebanggaan Bojonegoro tersebut diundang menjadi pemateri dalam Webinar Nasional yang diselenggarakannya hari ini di ruang Command Center Gedung Pusat Informasi Publik milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.Â
“Kami mengundang Ika Yuliana dari cabor panahan dan M. Fauzan dari cabor angkat besi untuk memberikan materi motivasi berlatih di webinar kami,” tukas Muslim.(fin)