SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Menyongsong musim tanam ketiga di tahun 2020, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi di Aula Disdag Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (01/12/2020).
Hadir dalam kegiatan, Kepala Dinas Perdagangan, Sukemi, Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, Kepala Bidang Sarana Dan Prasarana Dinas Pertanian (Kabid Sarpras Dinperta), Imam Sahari, Staff Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) PT Petrokima Gresik, Sigit Cahyono. Serta diikuti oleh seluruh Koordinator Penyuluh Pertanian, perwakilan Ketua Kelompok Tani, dan perwakilan distributor dan kios pupuk bersubsidi se Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Disdag Bojonegoro, Sukemi, menuturkan, maksud dan tujuan dilaksanakannya Rakor adalah harmonisasi tugas, pokok dan fungsi seluruh pihak dalam menyejahterakan masyarakat Bojonegoro.
Berkaitan pupuk bersubsidi, Sukemi, mengemukakan, hasil evaluasinya bahwa permasalahan yang ada sebenarnya adalah pada kurangnya koordinasi. Dengan koordinasi yang baik bersama semua pihak terkait, diharapkan bisa mengurangi atau sebisa mungkin menghilangkan permasalahan yang ada.
“Dalam hal pupuk bersubsidi, permasalahannya ada pada kartu tani, yang pertama dari pengadaan, kemudian isi saldonya. Soal ketersediaan pupuk justru tidak ada masalah. Hanya pada distribusinya yang agak tersendat. Semua itu dibutuhkan koordinasi secara harmoni. Tidak untuk mencari siapa yang salah,” kata Sukemi.
Sementara itu, Kabid Sarpras Disperta, Sahari, menyampaikan, tentang alokasi pupuk bersubsidi bulan ini. Yakni untuk pupuk urea sebanyak 59.576 ton, ZA 18.439 ton, SP-36 7.640 ton, NPK 42.651 ton, dan pupuk organik sebanyak 28.207 ton.
“Sesuai alokasi, pupuk bersubsidi tersebut tetap bisa didapatkan dengan cara manual dengan syarat mendapatkan rekomendasi dari koordinator penyuluh pertanian,” jelas Sahari.(fin)