Wabup Budi Irawanto: Bangun Wisata Perlu Terkonsep dan Ada Sejarah

21524

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Untuk kemajuan daerah pembangunan objek wisata itu penting. Namun dalam pembangunan perlu adanya konsep yang jelas jangan asal membangun dan tidak terawat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terbatas terkait Rencana Pembangunan Objek Wisata Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di Aula Dinas Cipta Karya, Senin (30/11/2020) kemarin.

Pria asli Bojonegoro itu mencontohkan, wisata religi Petilasan Angling Dharmo misalnya. Petilasan yang berada di Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, itu perlu dukungan pemerintah. Dimana petilasan tersebut adalah sejarah Bojonegoro. Pemerintah sendiri banyak menggunakan nama-nama tersebut.

“Pembangunan wisata harus ada sejarahnya. Wisata alam dan religi di Bojonegoro ada yang sudah eksis, wisata yang sudah eksis ini kita prioritaskan. Jadi jangan hanya membuat objek wisata,” ujar Mas Wawan, begitu Budi Irawanto karib disapa.

Mas Wawan menambahkan, pembangunan wisata itu bagus untuk peningkatan pendapatan daerah, tapi jangan hanya menjadi ajang proyek saja. Karena itu, wisata yang sudah ada perlu perhatian.

Baca Juga :   Pemdes Mojodelik Uji Coba Rute Baru Gestrek Trail Wisata Phutuk Kreweng

“Jika ini diperhatikan dan dibangun lebih bagus maka bisa memberikan peningkatan pendapatan daerah. Kalau hanya bangun semua orang bisa,” tegas Wawan.

Wabup mengingatkan, pembangunan wisata religi harus mengandung sejarah Bojonegoro, sudah ada wisata religi di wilayah Bojonegoro, namun selama ini masih minim perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Ditambahkan, dalam membangun tidak hanya pembangunan sektor pariwisata secara infrastruktur fisik saja, melainkan juga pembangunan sumber daya manusia (SDM)-nya.

“Artinya juga pembangunan SDM untuk masyarakat,” tandas pria ramah ini.

Selain itu, lanjut Wabup, Kabupaten Bojonegoro bisa menjadi salah satu daerah dengan sektor pariwisata yang unggul, dan mampu bersaing dengan daerah-daerah yang lain.

“Terlebih, pada tahun 2021 ini Pemkab Bojonegoro telah menganggarkan Rp. 24 miliar untuk sektor wisata religi,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *