SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Kondisi trotoar di sepanjang jalan nasional Bojonegoro – Padangan, memprihatinkan. Di sejumlah titik terlihat ambrol, dan saluran air (drainase) di bawahnya tersumbat. Belum ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan perbaikan.
Aktivitas pejalan kaki menjadi terganggu akibat rusaknya fasilitas tersebut. Selain itu, juga menciptakan pemandangan kumuh.Â
“Iya mas, di dekat lorong rumah saya kondisinya rusak parah,” ujar Santi, salah satu warga Desa Padangan kepada suarabanyuurip.com, Kamis (3/12/2020).
Santi mengaku tidak tahu persis sudah berapa lama kerusakan trotoar jalan tersebut. Begitu juga kapan terakhir fasilitas untuk pejalan kaki itu dibangun.
“Yang jelas sudah lama sekali. Masak rusak seperti itu dibiarkan saja,” kata wanita 3 anak ini.Â
Kerusakan trotoar juga terjadi di akes jalan keluar masuk terminal Padang. Tampak genangan air tersumbat di lobang trotoar. Jika hujan deras berpotensi meluber ke jalan.
“Harapnnya pemerintah segera memperbaiki. Supaya akses pejalan kaki tidak terganggu, dan terlihat rapi,” pungkasnya.
Semantara itu, Camat Padangan, Bayudono Margajelita mengatakan sudah ada identifikasi jumlah kerusakan trotoar termasuk kerusakan jalan. Namun dia tidak menyebutkan pasti berapa volume kerusakan trotoar di wilayah Kecamatan Padangan.Â
Dijelaskan, kerusakan trotoar mayoritas terjadi di jalur jalan nasional, sehingga bukan tanggung jawab Kabupaten. Namun demikian, perbaikan trotoar tetap diusulkan pada Musrenbang tahun 2021Â Â
“Kami sering konfirmasi ke pihak terkait. Kewengan pihak mana, Kabupaten atau provinsi. Kami sampaikan juga saat Musrenbang,” bebernya.(ams)
Â