EMCL dan LPM Indonesia Latih Timlak Patradaya dari 10 Desa

21587

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Tuban – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Indonesia selaku mitra kerja ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melaksanakan Pelatihan Tim Pelaksana (Timlak) Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (PATRADAYA) Pembangunan Infrastruktur.

Pelatihan berlangsung selama satu hari di gedung lantai II Kantor Balai Desa Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (5/12/20). Diikuti oleh sepuluh tim pelaksana dari dua Kecamatan yaitu Kecamatan Rengel dan Kecamatan Soko, dengan tetap mematuhi protokol Covid-19. Seluruh peserta memaikai masker, duduk berjaga jarak dan mencuci tangan sebelum memasuki ruang pelatihan.

Manager Program dari LPM Indonesia, Nanang Andriyan, menjelaskan tim pelaksana dari sepuluh desa dari dua kecamatan yang diberikan pelatihan ini kemudian akan melaksanakan program untuk pembangunan infrastruktur di desanya masing-masing dalam program Patradaya tahun 2020 ini. Selain itu dengan diadakannya pelatihan timlak ini ditujukan agar mereka bisa mempertanggungjawabkan bantuan, baik secara teknis dan non teknis kepada masyarakat.

“Pelatihan timlak yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari proses kegiatan Patradaya yang berlangsung karena sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi dan pembentukan tim pelaksana di sepuluh desa sasaran,” ujar Nanang.

Baca Juga :   Desa Ring 1 Harapkan Program Lanjutan

Program Patradaya untuk Pembagunan Infrastruktur desa ini menyasar tiga desa di Kecamatan Soko yaitu, Desa Simo, Desa Sumurcinde dan Desa Bangunrejo, dan tujuh desa di Kecamatan Rengel yakni, Desa Rengel, Desa Sawahan, Desa Sumberrejo, Desa Maibit, Desa Pekuwon, Desa Punggulrejo dan Desa Campurrejo.

Perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon menyampaikan bahwa EMCL selaku Operator Lapangan Banyu Urip akan senantiasa berkomitmen mendukung pemerintah dan masyarakat dalam meningkatakan taraf kesejahteraan melalui program Patradaya untuk pembagunan infrastruktur desa. 

Selain itu pihaknya juga turut mengajak masyarakat untuk senantiasa saling menjaga objek vital nasional (Obvitnas) berupa pipa minyak yang melewati desa-desa yang berada di dua kecamatan.(suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *