Pemdes Kunci Gelar Musdes Tanggulangi Banjir Bandang

21585

SuaraBanyuurip.comArifin Jauhari

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) di Balai Desa setempat, Senin (07/12/2020). Musdes dilakukan untuk menampung aspirasi warga dalam penanggulangan bencana banjir yang acap kali menerjang sebagian wilayah Desa Kunci.

Hadir dalam kegiatan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda),  M. Anwar Mukhtado, Camat Dander M. Hariyanto, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Dander Rudiyanto, Komandan Rayon Militer (Danramil) Dander, Kapten Inf. Karim Saluhu.

Komandan Kepolisian Sektor (Kapolsek) Dander, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dumas Barutu, SH, Kepala Desa Kunci, Marwik, beserta seluruh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kunci dan diikuti perwakilan warga, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Kunci, Harto, mengusulkan, guna mengantisipasi banjir bandang yang kerap melanda Desa Kunci, dalam satu aliran diperlukan bronjong beberapa tingkat, agar bisa menghambat laju air, sebelum masuk ke perkampungan.

Baca Juga :   Tanggul Jebol, Sawah dan Jalan Terendam

“Bronjong itu untuk jangka pendeknya. Penanganan selanjutnya, dikembalikan wilayah hutan sebagaimana fungsinya, bukan sebagai wilayah pertanian. Sebab masalah utama yang paling vital sebenarnya adalah akibat kerusakan hutan yang sangat parah, oleh sebab itu diperlukan penanaman pohon kembali,” kata Harto.

Sementara itu, Kepala Bappeda, Mokhamad Anwar Mukhtado, mengatakan, ditinjau titik aliran air banjir bandang, sama-sama berasal dari hutan wilayah perhutani. Dan jika dilihat memang perhutani wilayahnya sekarang banyak yang gundul, juga menjadi sumber masalah kedepan.

“Sehingga ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) saja. Jadi semuanya harus duduk bareng, baik pihak Perhutani, nanti kita akan panggil juga, termasuk nanti dinas terkait di kabupaten. Sehingga perlu kami kaji, agar nanti penyebab banjir ini tuntas,” ujar Anwar Mukhtado.

Terkait masukan dari para peserta Musdes, lanjut Anwar Mukhtado, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti melalui tim terkait untuk mensurvei titik-titik penanggulangan banjir, yang pas nantinya apa. Harus diteliti betul sebelum dibangun jangan sampai aliran air tersebut salah alamat.

Baca Juga :   Libur Nyepi, SPBU Alami Lonjakan Pembeli

“Termasuk letak jembatan Kunci yang ada di jalan Provinsi, juga akan kami koordinasikan dengan PU Bina Marga Provinsi, karena sudah beda asset, apakah nantinya boleh ditangani kabupaten atau tidak, ini perlu kami rembukan dulu,” pungkasnya. (fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *