SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Penutupan Jembatan Glendeng pada Jumat (04/12/2020) lalu, berdampak pada penumpukan lalu lintas kendaraan yang melewati jalur alternatif Banjarsari-Menilo-Pandanagung. Musababnya kendaraan angkutan berat juga turut melewati jalan kelas tiga yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Soko, Kepolisian Resort (Polres) Tuban, Inspektur Satu (Iptu) Khoirul Ahmad menuturkan, sering mendengar keluhan warga Desa Pandanagung dan sekitarnya terkait banyaknya Truk dan kendaraan bermuatan berat lainnya ikut melewati jalan kelas tiga pada jalur alternatif pertigaan Pandanagung yang turut Kecamatan Soko tersebut.
“Banner yang kami pasang berupa imbauan dan petunjuk arah ke Ponco. Terkait penutupan dan larangan masuk yang ditujukan untuk truk bermuatan berat, kewenangannya ada pada Dishub,” ujarnya pada SuaraBanyuurip.com, Selasa (08/12/2020).
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Kabid Lalin Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Eko Edi Isnaryanto, membenarkan adanya keluhan warga masyarakat Tuban di jalur Banjarsari-Menilo yang keberatan untuk Truk dan angkutan lewat di jalan tersebut.
Dijelaskan, setelah melakukan peninjauan, Dishub Bojonegoro melakukan tindak lanjut berkoordinasi pihak terkait, dan memasang rambu peringatan berisi larangan lewat ditujukan untuk kendaraan truk, agar tidak masuk pertigaan Banjarsari-Menilo, dan truk diarahkan supaya melewati arah Ponco.
“Pertigaan Pandanagung (Soko-Tuban) ditutup dari arah utara, sehingga arah dari Bojonegoro (Banjarsari) diberikan juga imbauan dan peringatan sama agar tidak terlanjur masuk,” ujar pria yang akrab disapa Didik ini.
Badan jalan yang sempit saat terjadi persimpangan, lanjut Didik, selain menyebabkan tidak lancarnya lalu lintas kendaraan, juga berpotensi membahayakan sesama pemakai jalan, karena truk bisa terperosok maupun terguling.
“Jadi bahaya juga untuk keselamatan pengguna jalan lainnya,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Menilo, Juwari, membenarkan adanya kemacetan yang sering terjadi akibat persimpangan dengan truk ban dobel yang melewati pertigaan Menilo.
“Tadi malam ada larangan dari Dishub untuk truk tidak boleh lewat sini, sedikit kemacetan hanya terjadi tadi pagi saja. Sekarang lumayan lancar,” pungkas Juwari bersama tiga temannya rela menjadi pengatur lalu lintas di pertigaan menilo tersebut.(fin)