SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) rencananya akan terealisasikan Maret 2021 mendatang. Sebanyak 10.000 sambungan rumah (SR) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan terpasang di tiga kecamatan.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Bojonegoro M. Farid Naqib mengatakan, sebelumnya 2019 lalu pemkab telah melakukan sosialisasi jargas. Rencananya jargas akan terpasang pada tahun ini, akan tetapi adanya realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Sehingga pemasangan jargas ditunda hingga Maret 2021 mendatang,†terangnya.
Sedangkan, lanjut dia, untuk penempatan regulator sector (RS) dan Metering Regulator System (MRS) jaringan gas bumi untuk rumah tangga tersebar di tiga kecamatan. Tiga kecamatan itu meliputi Kecamatan Bojonegoro terdiri penempatan MRS tepatnya di dinas perdagangan (disaat) masuk Desa Tikusan, RS SDN Sukorejo, RS Kantor Kecamatan Bojonegoro tepatnya di Jalan Pemuda, RS – 3 SMPN, dan RS Kantor BPMD.
“Itu rencananya diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu. Dan jargas untuk di Kecamatan Kota rerata dipasang disisi sebelah utara,” katanya, Kamis (10/12/2020).
Farid mengatakan, untuk Kecamatan Gayam penempatan MRS berada di samping Tien – In, jalur pipa Gresem masuk Desa Beged, RS halaman Kantor Desa Beged, RS pinggir lapangan Desa Mojodelik, RS belakang Kantor Desa Gayam, halaman Puskesmas Gayam, dan halaman Kantor Desa Ringintunggal.
“Sedangkan, untuk Kecamatan Ngasem ada dua penempatan jargas yakni halaman Kantor Desa Bandungrejo, dan halaman kantor Desa Jelu,” katanya ditemui di kantor.
Farid menjelaskan, pemasangan jargas akan dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pemkab sudah melakukan sosialisasi dan mengetahui mengenai alokasi jargas sebanyak 10 ribu itu. Nantinya pemasangan diprioritaskan pada tempat yang dekat dengan jalur pipa. Juga, lanjut dia, pemasangan jargas merupakan usulan dari pemerintah desa. Jadi, usulan bukan dari pihaknya yang menentukan.
Menurut Farid, keuntungan menggunakan jargas adalah harganya lebih murah dibanding dengan elpiji. Kedepan jargas bisa digunakan seluruh masyarakat Bojonegoro agar semua bisa memanfaatkan jargas ini.
“Menggunakan jargas lebih aman dibandingkan dengan elpiji. Selain itu, sistemnya seperti PDAM menggunakan meteran,” ujar mantan Camat Bojonegoro ini. (jk)