SuaraBanyuurip.com -Â Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Tenaga kerja (naker) sektor migas di proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB) lebih didominasi pekerja dari luar Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pasalnya mereka sudah memiliki keahlian. Meski demikian jumlah naker lokal juga cukup banyak yakni 1.355 orang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Welly Fritama menjelaskan, ada tiga kategori tenaga kerja migas di proyek JTB yakni skill, semi skill, dan unskill. Dari jumlah keseluruhan tenaga kerja migas sebanyak 6.240 rata-rata pekerja dari luar Bojonegoro.Â
“Ada 3.410 tenaga kerja luar Bojonegoro, akan tetapi mereka sudah memiliki keahlian di bidang masing-masing,” katanya, Jumat (11/12/2020).Â
Pekerja migas, lanjut dia, yang belum memiliki keahlian ada 1.355 itu dari lokal Bojonegoro. Sedangkan pekerja yang memiliki setengah keahlian sebanyak 1.425. Sehingga dari total keseluruhan sebanyak 6.240 rata-rata yang mendominasi pekerja luar Bojonegoro.Â
“Ya, itu yang sudah memiliki keahlian,” katanya ditemui di kantornya.Â
Dia mengatakan, pekerja migas sebanyak 6.240 itu semua bekerja di proyek JTB. Namun, dari total keseluruhan pekerja migas pihaknya belum mendapat konfirmasi berapa jumlah tenaga kerja yang sudah mempunyai sertifikat.Â
“Harapannya kontraktor migas lebih banyak menyerap tenaga lokal, dengan mengadakan pelatihan. Sehingga, bisa menempati bidang yang dibutuhkan,” tambahnya. (jk)