SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement and Construction – Gas Processing Facility/EPC-GPF) Jambaran – Tiung Biru (JTB) yang dilaksanakan konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memasuki puncak konstruksi.Â
Jumlah tenaga kerja (naker) di mega proyek tersebut mencapai 6.240 orang hingga akhir November 2020. Ribuan naker itu berasal dari 44 perusahaan lokal Bojonegoro maupun luar daerah yang terlibat di proyek gas JTB. Mereka terbagi dalam beberapa klasifikasi yakni tenaga skill sebanyak 3.410 orang, semi skill 1.475 orang, dan unskill 1.355 orang.
“Jumlah itu baik naker lokal maupun luar Bojonegoro,” ujar Site Manajer PT Rekind, Zainal Arifin kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (12/12/2020).
Dari rekapitulasi naker proyek EPC-GPF JTB berdasarkan desa terdampak periode November 2020, sebanyak 1.561 orang atau 25% , baik tenaga skill, semi skill dan unskill. Mereka berasal dari 12 desa terdampak yakni Desa Bandungrejo, Pelem, Dolokgede, Kaliombo, Mojodelik, Gayam, Ringintunggal, Katur, Sumengko, Sudu, Bonoralaku ejo, dan Brabowan.
Sementara jumlah naker lokal Bojonegoro (di luar desa terdampak) yang terlibat sebanyak 2.662 orang atau 43%. Sedangkan non lokal (luar Bojonegoro) sejumlah 2.017 atau 32%.
Jika ditotal jumlah naker lokal dari desa terdampak dan lokal Bojonegoro atau di luar desa terdampak sebanyak 4.223 orang dari 6.240 orang naker yang terlibat di proyek EPC GPF JTB.
“Artinya, 68% naker proyek EPC-GPF JTB didominasi warga Bojonegoro. Baik itu tenaga skill, semi skill maupun unskill,” jelas Zainal.
Ditambahkan, perkembangan jumlah naker proyek EPC GPF JTB ini rutin dilaporkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan setiap satu bulan sekali.Â
“Semua data naker yang kita miliki berdasarkan nomor induk kependudukan,” pungkas Zainal.(suko)Â