Sehari Bertambah 12 Orang, Bojonegoro Zona Oranye Corona

21619

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro- Kasus virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melonjak. Ada penambahan kasus baru sebanyak 12 orang dalam sehari, Jumat (11/12/2020) kemarin.

Penambahan baru 12 orang tersebar di Kecamatan Bojonegoro 2 orang, Kecamatan Malo 1 orang, Kecamatan Purwosari 1 orang, Kecamatan Tambakrejo 1 orang, Kecamatan Trucuk 1 orang, Kecamatan Padangan 1 orang, Kecamatan Sumberejo 2 orang, Kecamatan Kapas 1 orang, Kecamatan Ngraho 1 orang dan Kecamatan Kanor 1 orang. 

Sedangkan penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 2 orang di Kecamatan Bojonegoro  dan Kecamatan Kepohbaru. Untuk kasus konfirmasi positif yang dinyatakan sembuh 5 orang tersebar di Kecamatan Dander 3 orang, Kecamatan Gayam 1 orang dan Kecamatan Balen 1 orang.

“Sehingga kasus konfirmasi positif hari ini 69 orang,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Kabupaten Bojonegoro, Masirin melalui siaran persnya, Jumat malam.

Dijelaskan, konfirmasi positif kumulatif hingga hari ini sebanyak 778 orang. Meliputi aktif (dirawat) 69 orang, sembuh 634 orang dan meninggal dunia 75 orang.

“Untuk kasus suspect sebanyak 241 orang,” ucapnya.

Baca Juga :   32 Warga Cepu Terjaring Razia Disiplin Protokol Kesehatan

Masirin mengimbau, kepada seluruh masyarakat Bojonegoro untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona yang dianjurkan pemerintah.

“Pakai masker saat beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, dan biasakan cuci tangan,” pesan pria yang menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.

Sementara itu, tiga kabupaten/kota di Jatim dinyatakan zona merah virus corona. Yakni  Kota Blitar, Jember, dan Probolinggo. Sedangkan 35 kabupaten/kota lainnya dinyatakan zona oranye, termasuk Kabupaten Bojonegoro. Tidak ada kabupaten/kota yang berstatus zona kuning.

Sebelumnya, Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 setempat transparan terkait data warga yang positif terpapar virus Corona. Sebab selama ini data yang disebarkan terlihat janggal, dan banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tepapar namun tidak diumumkan.

“Berapa banyak ASN terpapar Virus Corona.? Selama ini tidak diumumkan, sudah berapa kepala dinas yang positif. Ini membahayakan jika data itu tidak diketahui masyarakat,” tegasnya, Jumat kemarin.(suko)







»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   PEPC dan PP Gelar Kegiatan Donor Darah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *