SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Proyek pembangunan jembatan yang membentang di atas Bengawan Solo menghubungkan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hampir rampung. Kontraktor pelaksana kebut pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum masa kontrak selesai. Sebab menurut rencana akhir tahun 2020 ini, akan dilaksanakan peresmian.
Diketahui, jembatan penghubung Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro – Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2020. Dengan nilai pagu Rp. 97.632.864.000.
Lalu pekerjaan pedukung, yakni proyek peningkatan jalan sepanjang 412 meter x 7 meter penyambung jembatan di Desa Medalem, menggunakan APBD Blora tahun 2020 sebesar Rp 8.251.938.0000. Kedua proyek ini dikerjakan oleh PT Dwi Ponggo Seto dari Yogyakarta.
Pelaksana proyek, Wartum Ilmanudin, menjelaskan, secara keseluruhan, pekerjaan telah mencapi 98%. Dia optimis pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Sebagaimana dalam kontrak yang ditarget hingga tanggal 31 Desember 2020. Bahkan harus lebih cepat.
Disampaikan, bahwa sejak sepekan lalu jembatan sudah tersambung. Mulai hari Sabtu (19/12/2020) kemarin sudah dilaksanakan pengecoran dari dua sisi. Yang dilaksanakan bersamaan.
“Sisi Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro,” kata Wartum Ilmanudin, Senin (21/12/2020).
Secara bertahap, pekerjaan terus dikebut. Rangka baja sudah tersambung. Selanjutnya dilakukan penguatan pelat lantai.
“Kalau untuk kontrak pekerjaan sekarang belum ada aspalnya, hanya cor beton. Kemungkinan dianggaran tahun depan,” ungkap Udin, sapaan akrabnya.
Terpisah, Kabid Binamarga 2 DPUPR Kabupaten Blora, Nidhamudin Al Huda menyebutkan, jembatan tersebut akan diresmikan pada 30 Desember 2020 mendatang. Sehingga tahun baru nanti sudah bisa dimanfaatkan.
“Pembangunan Jembatan ini termasuk rekor. Waktunya 6 bulan 9 hari. Biasanya bikin seperti itu bisa satu tahun,†tambahnya.
Dia berharap, dengan adanya jembatan ini, perekonomian Blora Selatan jadi terangkat. Selain itu menjadi data tarik investor. Bahkan, tahun 2021 ini, jalan mulai dari jembatan sampai Randublatung sudah rigit semua.
“Jalan sudah enak. Masyarakat di Randublatung banyak penghasil jagung. Jadi bisa akses kesana untuk ke wilayah Jawa Timur,†tandasnya.(ams)