SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tak ingin tergantung pada migas yang ada di daerahnya. Karena itu, untuk mengangkat ekonomi berkelanjutan pemdes mengusulkan pelatihan kewirausahaan kepada operator Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.
Kepala Desa Ngampel Purwanto mengatakan, sumber daya alam (SDA) migas yang berada di Lapangan Ring 1 Sukowati Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field tidak dapat diperbarui. Karena itu, untuk pemberdayaan masyarakat agar tidak tergantung pada migas pada 2021 mengusulkan kewirausahaan.
“Pemdes berkeinginan untuk mengembangkan ekonomi keberlanjutan dan agar masyarakat lebih kreatif,” katanya, Kamis (24/12/2020).
Dia mengatakan, nantinya dalam usulan akan lebih ditekankan pada tiga hal, yakni seperti peternakan, pertanian, dan peningkatan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Juga, lanjut dia, dari Karang Taruna dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan dilibatkan.
“Sehingga, masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi. Misalnya, UMKM di Desa Ngampel sudah banyak yang berkembang seperti keripik tempe dan tahu,” kata Purwanto.
Mantan TNI-AL inimenjelaskan, melalui usulan program Corporate Social Responsibility (CSR) pada 2021 mendatang pihaknya tetap membutuhkan pendampingan dari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.
“Pendampingan perlu dilakukan karena untuk membantu kelancaran program,” ungkap Purwanto.(jk)