King Air Kembali Mendarat di Bandara Ngloram dengan Mulus

21730

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora – Rombongan Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendarat dengan mulus di Bandara Ngloram, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menggunakan pesawat terbang King Air tipe B2000GT, Jumat (25/12/2020) pagi sekira pukul 09.30 WIB. Penerbangan di bawah kendali Copilot Kapten Fadila dan pilot Kapten Novendra.

Sudah dua kali ini pesawat King Air milik Kemenhub mendarat di bandara Bumi Arya Penangsang-sebutan lain Kabupaten Blora. Awal tahun 2020 lalu pesawat itu juga mendarat dalam rangka melakukan tes penerbangan dengan membawa rombongan Ditjen Perhubungan Udara. 

Rombongan tersebut terdiri dari Direktur Jendral Penerbangan Udara Novie Rianto R, bersama Sekretaris Derektorat Jendral Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono, Kabag  Kerja sama Internasional Humas dan Umum Sesditjen Hubud, Hari Budianto dan sejumlah crew pesawat. 

Direktur Jendral Penerbangan Udara Novie Rianto R, menjelaskan kunjungan tersebut bagian dari melihat langsung pembangunan bandara di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara. Selain itu memastikan program tetap berjalan di tengah masa libur Natal dan tahun baru (nataru) sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat.

Baca Juga :   Dari Lahan Kumuh Menjadi Ladang Cuan, Agrowisata Brata Tirta Angkat Potensi UMKM Desa Brabowan

“Ini adalah contoh yang baik, kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan kementerian perhubungan dalam pembangunan bandara,” katanya.

Selama penerbangan dari Semarang hingga mendarat di Bandara Ngloram, dia menilai bahwa Bandara Ngloram sudah layak melayani penerbangan umum. Dengan panjang landasan 1600 meter, sangat memehuni sarat menampung pesawat ATR 72. 

“Approving Flight-nya juga sudah oke,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, berterima kasih dengan kehadiran rombongan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub. Sebab, dengan beroperasi Bandara Ngloram dipastikan bisa menambah denyut nadi Blora bertambah lagi. 

“Tahun depan harapannya ada operasi. Karena Cepu-Blora ini seperti terisolir,” ujarnya.

Sama halnya dengan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, kata Komang, bisa maju dengan adanya Bandara di sana.  

“Banyak penerbangan yang menuju Banyuwangi,” kata dia. (ams)




»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *