Warga Pelem Dilatih Pertanian Hidroponik Tenaga Surya Skala Rumah Tangga

21743

SuaraBanyuurip.com – Didik Jatmiko

Bojonegoro – Mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya memberikan pelatihan budidaya sayuran hidroponik dengan tenaga surya skala rumah tangga kepada warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam kerja kuliah nyata (KKN) Mandiri. 

Terobosan bermanfaat itu diberikan Abdul Muis Mahasiswa Teknik Mesin Untag Surabaya besama Dosen pembimbing KKN Faradlillah Saves kepada warga RT 015 RW 003 Desa Pelem. Diharapkan dengan pelatihan pertanian hidroponik tenaga surya skala rumah tangga ini dapat meningkatkan pendapatan dan produktifitas masyarakat sekitar di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Warga dapat memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumahnya untuk dibuat menanam sayur hidroponik. Produksi sayur bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual kepasar sehingga bisa menambah penghasilan warga.

Menurut Abudul Muis, pertanian hidropinik belum jamak dilakukan warga Desa Pelem seperti seperti di lingkungan perkotaan. Selama ini warga di wilayah Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB), itu masih melakukan pertanian konvensional yang saban hari harus belepotan lumpur dan menggunakan listrik. 

Baca Juga :   Dua BUMD Blora Rugi Tak Setor PAD

Oleh kerena itu, lanjut Abdul Muis, perlu pengenalan kepada masyarakat tentang pertanian hidroponik dan meyakinkan bahwa pertanian hidroponik  lebih simple, praktis dan tidak perlu biaya banyak.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktifitas masyarakat di Desa Pelem agar menjadi Kampung Tangguh sehingga dapat melewati pandemi ini dengan lebih baik,” tutur Abdul Muis kepada suarabanyuurip.com, Minggu (27/12/2020).

Muis, panggilan akrabnya, berharap pelatihan pertanian organik dengan tenaga surya skala rumah tangga ini mendapat dukungan dari masyarakat dan stakeholder. Sehingga pelatihan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.  

“Semoga dengan trobosan pelatihan pertanian hidroponik tenaga surya ini menjadikan SDM yang ada di sekitar Desa Pelem ini lebih berkembang dan kreatif dikemudian hari,” pungkasnya.

Selama KKN berlangsung mahasiswa menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan melakukan 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.(dik)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *