Keluarga Pasien Corona di Blok Cepu Berharap Tak Dikucilkan

21763

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Meninggalnya K (71), pasien positif virus corona atau Covid-19 asal Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (25/12/2020) lalu, menjadikan keluarga resah. Mereka merasa dikucilkan oleh tetangganya setelah pemakaman pasien dilaksanakan menggunakan protokol kesehatan.

Untuk mengubah stigma negatif itu, dua anggota keluarga yang selama ini tinggal satu rumah dengan K, melakukan tes Swap Antigen SARS-Cov-2 secara mandiri, Selasa (29/12/2020). Mereka adalah Suyati dan Nurlan. 

“Hasil tesnya, kami berdua dinyatakan negatif,” ujar Nurlan sambil menunjukkan hasil Swap Antigen SARS-Cov-2 dari GES kepada suarabanyuurip.com.

Nurlan berharap dengan hasil Antigen SARS-Cov-2 negatif ini tidak lagi dikucilkan warga. Sehingga bisa hidup normal seperti biasa. Sebab siapapun tidak menginginkan ataupun berharap keluarganya terpapar virus corona.

“Kami tentu tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan kronologis yang ditetima Gugus Tugas Kecamatan Gayam, K memiliki riwayat Pneumoni Bilateral. Almarhumah sebelumnya menjalani perawatan beberapa hari di Klinik ANS dan sempat dilakukan Swap Antigen hasil positif (+) dengan diagnosa Covid-19.

Baca Juga :   Penyebaran HIV-AIDS di Ring 1 JTB Bukan dari Pendatang

Karena tidak ada perubahan pada kondisi almarhumah, pihak keluarga memutuskan akan membawanya pulang. Bidan desa kemudian melaporkan kepada tim Gugus Tugas Kecamatan Gayam, dan dirwat di PKU Muhammadiyah Kalitidu pada tanggal 23 Desember 2020. Pada tanggal 25 Desember 2020 pukul 15.30 wib meninggal dunia.(suko)



»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *