PMI Tuban Operasikan Alat Plasma Konvalesen

21772

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban – PMI Kabupaten Tuban, Jawa Timur kini memiliki perangkat Plasma Konvalesen. Piranti ini sangat penting untuk pertolongan kepada masyarakat yang positif terpapar  Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). 

Mesin donor plasma darah hibah dari Pemkab Tuban ini, siap menerima pendonor penyintas Covid 19. Selanjutnya disalurkan untuk percepatan penyembuhan penderita virus sembari menunggu vaksinasi. 

Ketua PMI Tuban, Dr Budi Wiyana,  mengecek langsung mesin Donor Plasma Konvalesen, Selasa (29/12/2020). Ia memastikan jika alat tersebut telah siap digunakan bagi pendonor yang memenuhi persyaratan. 

“Mesin donor plasma konvalesen ini telah dapat dipergunakan, semalam sudah ada satu orang yang dinyatakan memenuhi syarat telah melakukan donor,” kata Dr Budi Wiyana. 

“Harapannya banyak penyintas Covid-19 dengan suka rela demi kemanusian menjadi pendonor, sehingga dapat membantu pasien yang saat ini masih harus berjuang melawan penyakit akibat dari virus Corona ini,” kata Budi Wiyana.

Status Zona merah di Tuban memiliki  tingkat penularan tinggi dengan jumlah kasus pasien meninggal yang masih cukup banyak. Hal ini harus menjadi perhatian bersama. Untuk itu ia mengajak  masyarakat disiplin menerapkan Protokol Kesehatan.

Baca Juga :   Tuding PT Swabina Abaikan Instruksi Pemda

Sementara itu Humas PMI Tuban Sarju Efendi menjelaskan, salah satu upaya penyembuhan pasien Covid-19 yaitu dengan terapi plasma konvalesen dari penyintas corona yang telah sembuh. 

Untuk proses pengambilan plasma konvalesen menggunakan sistem Apheresis dengan Mesin Haemonetic. Adapun sistemnya adalah pengambilan darah dari lengan pendonor, masuk ke dalam Alat tersebut dengan sistem Centrifugasi atau pemutaran cepat untuk memisahkan komponen darah. 

Setelah didapatkan plasma akan masuk kedalam Kantong yang sudah disediakan.  Sedangkan komponen lain, seperti sel darah merah kembali ke dalam tubuh pendonor. 

“Untuk semua proses tersebut membutuhkan waktu sekitar kurang lebih satu jam, dengan standar pengambilan maksimal 15 peraen dari total berat badan pendonor,” tutur Sarju Efendi.

Data dari PMI Tuban menyebut, sampai hari Selasa (29/12/2020), sudah ada tujuh calon pendonor dari penyintas Covid-19 yang datang ke PMI Tuban. Dua orang diantaranya OTG, dan tidak bisa untuk donor Plasma dikarenakan titer antibodi IgG-nya tidak mencukupi. 

Satu orang tidak lolos seleksi anamnesa dokter, karena punya riwayat penyakit.  Empat orang sudah diambil sampelnya, tetapi baru didapatkan dua yang titer Antibodi IgG nya cukup. Satu orang telah diambil malam tadi, dan satunya akan dijadwalkan segera.

Baca Juga :   Sebut Kasus Judi Online di Bojonegoro Masih Berskala Kecil

Pendonor plasma konvalesen pertama yang melakukan donor di PMI Tuban Senin (28/12/2020) malam adalah Khoirul Afandi (31), warga Dusun Cumpleng, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Sebelumnya ia dinyatakan sembuh dari RS Suyudi, Paciran, Lamongan pada tanggal 2 Desember 2020. Selama 27 hari dia dirawat di rumah sakit dengan gejala berat. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *