Ibu Hamil Peserta PKH Akan Menerima Bantuan Sebesar Rp 3 Juta

21860

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Ibu hamil peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta yang diberikan dalam empat tahap selama setahun. Yakni, mulai Januari, April, Agustus hingga Oktober 2021.

Koordinator PKH Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Sulistyowati menjelaskan, ada tiga komponen jenis bantuan yakni kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. 

“Untuk rincian ibu hamil akan menerima bantuan sebesar 3 juta dibagi dalam empat tahap. Setiap tahapnya akan menerima sebesar Rp 750 ribu. Bantuan ini disalurkan melalui bank negara seperti BNI,” katanya, Rabu (13/1/2021).

Sedangkan nilai bantuan pendidikan untuk SD sebesar Rp 900, SMP Rp 1,9 juta, dan SMA Rp 2 juta. Namun, yang menerima bantuan tersebut juga harus verifikasi. 

“Ya, ada absensinya seperti bantuan kesehatan seperti ibu hamil harus verifikasi ke polindes setempat,” ungkapnya.

Bantuan PKH ini juga akan menyasar ke lanjut usia dengan umur 70 tahun ke atas. Kemudian, penyandang disabilitas berat atau berkebutuhan khusus tidak bisa melakukan aktivitas sendiri, dan ketika melakukan aktivitas dibantuan orang lain.

Baca Juga :   Pengusaha Walet Enggan Bayar Pajak

“Nilai bantuannya sama yakni sebesar Rp 2,4 juta,” ujarnya.

Dikatakan, jumlah penerima PKH di Kabupaten sebanyak 60.307 orang. Namun, data itu selalu dinamis atau berubah-ubah sesuai kondisi keluarga. Misalnya, seperti anak dalam keluarga tersebut berhenti bersekolah.

Menurut Sulis, panggilan akrabnya, untuk menjadi peserta PKH adalah orang yang tidak mampu yang masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang mempunyai komponen kesehatan meliputi ibu hamil dan atau balita, pendidikan anak usia sekolah (SD, SMP dan atau SMA). Dan komponen kesejahteraan sosial meliputi lansia usia minimal 70 tahun dan disabilitas berat. 

“Data penerima PKH ini dari Kementerian Sosial. Jadi kabupaten tinggal memvalidasi apakah mempunyai komponen PKH atau tidak,” tegas Sulis.

Ditambahkan, dengan adanya bantuan PKH ini masyarakat terutama di Bojonegoro bisa sejahtera. Baik dalam kesehatan maupun dalam pendidikan.

“Harapannya dengan bantuan ini semua masyarakat bisa sehat dan cerdas,” pungkas Sulis. (jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *