SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Tuban – Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode bulan Januari 2021 di wilayah Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menurun. Jika periode sebelumnya terdapat 6.890 KPM penerima Bansos dari Kementrian Sosial (Kemensos), untuk periode awal tahun ini sebanyak 5.594 KPM.
Meski terjadi penurunan jumlah KPM, namun tim BPNT dari Kecamatan Palang pada tahun 2021 ini memperketat kualitas komoditas. Hal itu dilakukan agar komoditi dengan unsur karbohidrat 70 persen (beras premium 15 Kg), Â sisanya 30 persen berupa protein hewani (telur atau daging ayam), dan protein nabati (tahu atau tempe) sesuai Pra Order (PO) dari KPM, tak menyimpang dari ketentuan.
Penurunan jumlah KPM merata di seluruh 20 wilayah kecamatan di Tuban. Data dari Dinsos P3A Tuban menyebut, pada periode awal tahun ini KPM program BPNT di wilayah Kabupaten Tuban sebanyak 85.196 keluarga. Terjadi penurunan sebanyak 21.911 KPM dari periode sebelumnya 107.107 KPM.
Kabid Pengembangan Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Tuban, Rita Zahara Afrianti, mengatakan, penurunan jumlah KPM terjadi karena ada data hapus yang dilakukan Kemensos untuk penyempurnaan program. Sekaligus agar Bansos yang dibiayai oleh APBN tersebut tepat sasaran kepada KPM.
Diantara faktor data hapus adalah, graduasi program PKH non komponen, penerima ganda dalam satu Kepala Keluarga, dan ketidaksesuaian data kependudukan penerimanya. Termasuk faktor penerima sudah meninggal, sehingga data kependudukannya disesuaikan.
“Paling banyak karena faktor administrasi kependudukan,†kata Rita Zahara saat ditemui di Kantor Kecamatan Palang usai mengecek kualitas beras BPNT, Kamis (14/01/2021) siang.
Meski demikian, Tim Kordinasi program BPNT Tuban telah mengirim surat ke desa agar melakukan ferivikasi dan falidasi data. Ia tegaskan, masalah data hapus adalah kewenangan dari Kementrian Sosial. Pihak Dinsos P3A Tuban sebatas mengirimkan data dari desa dan kecamatan. Jika ada KPM datanya terhapus namun dinilai masih layak menerima, untuk segera diusulkan kembali.
“Sesuai temuan lapangan, di wilayah Palang tidak ada warga miskin yang terhapus dari penerima Bansos BPNT. Akan tetapi jika ada yang terhapus dan ternyata masih layak menerima, akan dicek lagi untuk selanjutnya dikirim lagi datanya,†ujar Camat Palang, Rohmad, saat ditemui di tempat sama.
Cek kualitas komoditas Beras jenis premium, telur, tahu, dan tempe di Kantor Kecamatan Palang diikuti jajaran Dinsos P3A, Bappeda, Camat Palang Rohmad, Kapolsek Palang AKP Simon, Koramil Palang, Ketua Paguyuban Agen BPNT Supriyanto, media massa, dan TKSK Palang Sunardi. Tim menyatakan beras yang akan dikirim ke 23 agen BPNT yang tersebar di 18 desa dan satu kelurahan tersebut, sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Komoditas yang didistribusi sesuai dengan PO yang diminta KPM kepada agen, jadi semuanya dikawal dengan ketat agar kualitasnya terjamin,†kata Sunardi.
Sunardi  yang kala itu didampingi Supriyanto menyatakan, untuk menjamin kualitas tim dari Palang melakukan pengecekan sejak dari suplayer komoditas. Mulai dari pengemasan sebelum dikirim ke agen sudah dicek, agar program dari pemerintah pusat  tersebut sesuai dengan harapan.
Supriyanto menambahkan, sudah menjadi komitmen bersama untuk menjaga kualitas komoditas dari program BPNT. Sebelum didistribusikan ke KPM diteliti dengan sirius. Jika tak memenuhi persyaratan dipastikan dikembalikan untuk diganti. (tbu)