SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak sekira 50 tenaga kerja (Naker) PT Daya Patra Ngasem Raya (DPNR), yang mengerjakan proyek Pipeline Jambaran Tiung Biru (JTB) melakukan aksi damai di crossing turut Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (15/01/2021). Mereka menuntut agar gajinya selama dua bulan dibayar.
Salah satu naker, Abdul, mengatakan, aksi damai di crossing ini dilakukan karena sudah berkali-kali ditanyakan di menejemen Daya Patra tidak ada jawaban yang jelas atas gaji yang belum diberikan selama dua bulan.
“Terpaksa aksi damai secara spontan ini dilakukan karena menuntut hak yang belum diberikan selama dua bulan,” kata Abdul, kepada Suarabanyuurip.com disela-sela aksi damai.
Aksi damai dari perwakilan naker subkon proyek Gas JTB tersebut tak berlangsung lama. Puluhan naker yang menuntut haknya itu membuyarkan diri setelah diberikan penjelasan oleh salah satu management PT Daya Patra Ngasem Raya, M. Fauzan. Fauzan mengucapkan permohonan maaf atas keterlambatan pembayaran.
“Mari perwakilan naker kita koordinasikan di kantor saja untuk diselesaikan bersama. Karena ini dalam kondisi pandemi COVID-19. Dan kami mohon maaf atas keterlambatan ini,” saran Fauzan saat menemui para naker.
Aksi damai spontan dari para naker PT Daya Patra Ngasem Raya tersebut di jaga ketat oleh pihak keamanan dari TNI, Polri, dan Security JTB. Dan aktivitas proyek JTB tetap berjalan lancar seperti biasanya.(sam)