SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Tak banyak kolektor barang-barang pusaka peninggalan era kerajaan. Dari sedikit itu, Mochammad Noor Syamsoedin adalah salah satunya. Ia memiliki berbagai jenis pusaka yang sebagian koleksinya dipajang di dinding rumah.
Mbah Syam, begitu ia disapa, mempunyai 200 pusaka jenis keris yang terpajang di rumahnya. Sedang sebagian koleksinya disimpan di dalam almari.
“Itu yang terpajang belum semuanya. Sebagian saya simpan di dalam almari,” katanya, Sabtu (16/1/2021) kemarin.
Dia mengatakan, sengaja mengoleksi berbagai jenis pusaka peninggalan kerajaan. Di antaranya pusaka jenis keris, tombak, cemeti, dan tongkat. Barang-barang itu rata-rata peninggalan era kerajaan Majapahit.
Seperti salah satu bilah keris miliknya, menurutnya merupakan buatan reruntuhan Kerajaan Majapahit. Yakni masa peralihan Majapahit ke Mataraman. Juga selain keris, ia juga memiliki patung-patung berbentuk Budha, orang berpakaian zaman kerajaan, dan cinderamata berupa cincin.
“Koleksi pusaka saya seperti keris salah satunya beli dari daerah Kediri dan Surabaya. Selain itu, peninggalan atau memang saya dapat sendiri,” ungkap pria tinggal Desa Sukowati, Kecamatan Kapas itu.
Dia menjelaskan, jika dihitung semua, ada sekitar 9.000 pusaka yang ia miliki. Baik itu yang dipajang di dinding maupun di dalam almari. Pusaka yang ia miliki dimaharkan mulai Rp 500 ribu hingga ratusan juta rupiah.
Menurut dia, awalnya menjadi kolektor keris memang dari garis keturunan. Sebenarnya, ia asli kelahiran dari Jogjakarta kemudian berpindah tempat mengikuti orang tua.
“Ya, saya asli Jogjakarta dan kemudian tinggal di sini,” kata pria usia 74 tahun itu.(jk)