SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Perkambangan zaman kini kian melejit. Semakin bertambah tahun semakin modern serba digital. Dimana terjadi Revolusi Industri 4.0 menjadikan teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya guna mencapai efisiensi yang setinggi-tingginya. Tak pelak, segala arus informasi mengalir demikian cepat. Segala peristiwa mampu diketahui dalam hitungan detik.
Demi mengimbangi kecepatan informasi di zaman yang segala sesuatunya dituntut serba cepat, Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Jawa Timur, menyadari perlunya dibentuk Unit Reaksi Cepat (URC) berisi personel khusus yang mampu merespon dan bereaksi cepat serta tanggap saat ada peristiwa yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Dishub.
“URC Dishub ini sebenarnya dibentuk sejak 2020, sejak Pak Andik Sujarwo berdinas mengepalai Dishub, namun tahun ini diperbarui Surat Keputusannya (SK) per tanggal 5 Januari 2021,” kata Komandan URC Dishub Bojonegoro, Sukirno, membuka kisahnya, kepada Suarabanyuurip.com.
Guna memberi dukungan kelancaran lalu lintas dan angkutan serta membantu kejadian kecelakaan (laka) air yang sering terjadi, URC Dishub dibentuk agar mempunyai Response Time (waktu dalam menanggapi) yang lebih cepat dan lebih tanggap ketika ada peristiwa gangguan.
Baik disebabkan adanya bencana alam maupun kecelakaan lalu lintas. Bahkan sambil berkelakar namun serius, Sukirno berseloroh URC Dishub harus bisa menyamai Response Time Damkar.
“Kalau bisa harus menyamai Dinas Damkar,” ujar mantan Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Dinas Damkar Bojonegoro ini.
Semisal ada peristiwa yang menyebabkan gangguan kelancaran lalu lintas, seperti pohon tumbang, ada kebakaran di jalan nasional, maupun jalan provinsi. URC Dishub segera bergerak cepat memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan pada kejadian tersebut.
“Mulai personel pengatur lalu lintas, menyediakan traffic cone (rambu lalu lintas berbentuk kerucut), rambu peringatan, police line, petunjuk arah, warning light dan berbagai jenis rambu lainnya untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan,” tandas pria ramah ini.
Dalam operasi URC Dishub di lapangan, tentu selalu berkoordinasi dengan pihak terkait. Mulai Satuan Lalu lintas (Satlantas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Satpol PP, Dinas Damkar dan berbagai pihak terkait, tergantung pada situasi dan kondisi yang sedang terjadi.
Diharapkan, dengan adanya URC Dishub yang berjumlah 15 personel ini Pemerintah bisa hadir di tengah-tengah masyarakat memberi sumbangsih lebih cepat sesuai tupoksi Dishub, bukan cuma dalam kelancaran lalu lintas sehari-hari saja, namun juga memberi dukungan dalam tugas bersama saat terjadi bencana demi keselamatan warga.
“Karena esensi penanggulangan bencana, adalah apabila terjadi suatu bencana, Pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat. Bisa Dishub sebagai pelaksana urusan pemerintah dibidang perhubungan, TNI-Polri, BPBD, Basarnas, dan pihak terkait lainnya. Agar bisa segera diketahui kebutuhan masyarakat, dan dicukupi sesegera mungkin,” tegasnya.(fin)