SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Harga kebutuhan pokok rumah tangga seperti bumbu dapur cabai rawit di pasar tradisional, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kenaikan. Meski pasokan aman, namun harga cabai rawit mencapai Rp 70 ribu per kilogram.
Pedagang di pasar tradisional Sumirah mengatakan, kenaikan harga cabai rawit terjadi sejak seminggu lalu. Kenaikan itu disebabkan barang tidak memenuhi syarat, misalnya ketika sampai di pedagang cabai sudah rusak.
“Itu terjadi karena sudah memasuki musim hujan. Sehingga cabai rawit rentan rusak jika terkena air hujan,” ungkapnya, Kamis (4/2/2021). Bahkan, seminggu lalu harga cabai rawit naik hingga 80 ribu per kilogram.
Padahal, sebelumnya harga cabai rawit masih sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu.
“Namun, kini bertahan Rp 70 ribu per kilogramnya,” kata perempuan usia 55 tahun itu.
Kenaikan itu, lanjut dia, mempengaruhi daya beli masyarakat. Apalagi, pasar semakin sepi karena pandemi Covid-19 menyebabkan pembeli takut untuk pergi ke pasar. Akibatnya, harus menurunkan stok cabai menjadi 50 kilogram per harinya.
“Itu pun tidak sampai menghabiskan stok cabai menyeluruh. Padahal, sebelum pandemi stok cabai 1 kuintal per hari. Untuk stok cabai menyeluruh semua jenis,” katanya.(jk)