SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Jakarta – Berbagai strategi telah disiapkan SKK Migas untuk mengejar target lifting 2021 sebesar 705 ribu BOPD dan 5.638 MMSCFD. SKK Migas bersama KKKS telah menyepakati program yang lebih banyak dibandingkan tahun 2020, antara lain kegiatan pengeboran sumur pengembangan ditetapkan sebanyak 616 sumur atau meningkat 144 persen dibandingkan realisasi pengeboran di tahun 2020.
Selain itu, otoritas migas tanah air ini-SKK Migas- juga melakukan fokus kegiatan eksplorasi dengan melakukan pengeboran 43 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 3.569 km, survei seismik 3D seluas 1.549 km2, seismik vibroseis 2D sepanjang 1.000 km, full tensor gravity (FTG) open area di wilayah Papua sepanjang 67.500 km, dan pseudo 3D seismic open area sepanjang 270.000 km yang menjadikannya salah satu yang terpanjang di Asia Pasifik.
Untuk mencapai target tersebut, SKK Migas telah melakukan evaluasi atas pencapaian kinerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di tahun 2020. Hasil evaluasiyang serentak dikirimkan ke seluruh KKKS pada tanggal 25 Januari 2021 lalu.
“Ini menjadi salah upaya SKK Migas dalam mengawal agar target 2021 dapat tercapai, karena evaluasi itu juga mencantumkan beberapa hal yang harus diperhatikanKKKS untuk mencapai target 2021,” ujar Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam keterangan resminya.Â
Menurut Julius, evalusi menjadi sangat penting sebagai tolok ukur keberhasilan maupun ketidakberhasilan KKKS.Â
“Surat evaluasi kinerja adalah bagian dari pengawasan SKK Migas sebagai wakil negara dalam pelaksanaan industri hulu migas. Kami memberikan apresiasi terhadap KKKS yang mencapai target, kami berikan pula teguran kepada KKKS yang tidak mencapai target,” kata Julius.
“KKKS yang mendapatkan apresiasi maupun teguran, diberikan pula rekomendasi oleh SKK Migas hal-hal apa yang mesti diakukan perbaikan oleh KKKS, serta hal apa saja yang perlu dilakukan agar kinerja semakin baik di tahun ini,” lanhut Julius.
Ia menambahkan tahun 2021 telah dicanangkan industri hulu migas nasional no decline. Artinya adalah blok-blok migas yang secara alamiah mengalami penurunan, maka investasi kegiatan pengeboran penambahan sumur, work over dan lainnya harus dilakukan secara masif dan produktif.Â
“Oleh karena itu belajar dari operasional KKKS tahun 2020, maka SKK Migas memberikan rekomendasi ke setiap KKKS apa saja yang harus dilakukan di 2021,” tandasnya.
Julius mengungkapkan, kinerja KKKS besar cukup baik di tahun 2020, bahkan ada beberapa KKKS yang kinerjanya melampaui target. Hal ini menjadi modal kuat di tahun 2021, meskipun masih pandemi Covid-19.
“Dengan pengalaman operasional di tahun 2020 yang hampir sepanjang tahun dalam situasi pandemi, maka di 2021 KKKS sudah memiliki pembelajaran-pembelajaran untuk dilakukan perbaikan dan improvementâ€, pungkas Julius.
KKKS besar berkontribusi lebih dari 90 persen dari total lifting minyak dan gas. Pada tahun 2020 kinerja 15 (lima belas) KKKS besar sebagian melampaui target sehingga berkontribuasi besar pada capaian lifting minyak dan gas nasional. Tercatat 9 (sembilan) KKKS besar untuk produksi minyak melebihi target yaitu Chevron Pacific Indonesia, PHM, Pertamina Hulu Energi ONWJ ltd, Pertamina Hulu Energi OSES, Petrochina International Jabung ltd, Medco E & P Natuna, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Medco E&P Rimau, JOB Pertamina – Medco Tomori Sulawesi Ltd.
Untuk KKKS besar yang memproduksi gas, tercatat 9 (sembilan) KKKS melampaui target yaitu BP Berau Ltd, PHM, Eni Muara Bakau BV, JOB Pertamina – Medco Tomori Sulawesi Ltd, Premier Oil Indonesia, Petrochina International Jabung ltd, Medco E & P Natuna, Kangean Energi Indonesia, Pearl Oil (Sebuku) Ltd.(suko)Â