Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan

22064

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Pacitan – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), meresmikan Bendungan Tukul di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/2/2021). 

Tampak mendampingi orang nomor wahid di Indonesia tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Mensekneg Pratikno,  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato. 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyebut, Bendungan Tukul akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Pacitan. Salah satunya bisa menjadi  sentra  pemberdayaan ekonomi masyarakat. Keberadaan bendungan ini juga memberikan manfaat bagi lahan pertanian.

“Setidaknya 600 hektar saluran irigasi bisa teraliri air setiap saat, khususnya di wilayah Kecamatan Arjosari dan Kecamatan Pacitan,” ujar Khofifah sebagaimana rilis dari Pemprov Jatim yang diterima Suarabanyuurip.com, Minggu (14/2/2021). 

Mantan Mensos RI itu menambahkan, Bendungan Tukul, bisa mensuplai air baku sebesar 300 liter perdetik. Tentunya dengan daya seperti ini, bisa menjadi salah satu potensi energi.

“Bendungan Tukul juga bisa menjadi tempat wisata dan lahan konservasi. Sehingga bisa turut meningkatkan tarap ekonomi masyarakat,” jelasnya. 

Baca Juga :   Serangan Hama Emprit Resahkan Petani Pinggiran Hutan

Bendungan Tukul pembangunannya sudah dimulai sejak 2015 sampai 2020. Proyek ini menelan biaya APBN murni sebesar Rp934,8 miliar. 

“Bendungan Tukul menjadi salah satu dari enam bendungan di Jatim yang menjadi proyek strategis nasional yang dicanangkan pemerintah,” imbuhnya. 

Keberadaan Bendungan Tukul akan mendukung upaya Jatim untuk terus menjadi provinsi yang secara konsisten berkontribusi tinggi di bidang pertanian secara  nasional. Berdasarkan data BPS pada 2020, produksi padi di Jatim menjadi yang tertinggi di Indonesia. Yakni dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 18,17 persen secara nasional.  Produksi gabah kering giling Jatim sebesar 10,02 juta ton atau setara dengan 5,65 juta ton beras.

Kemudian, produksi jagung Jatim tertinggi di tingkat nasional yaitu sebanyak 6,6 juta ton. Dengan kontribusi terhadap nasional sebanyak 21,8 persen. 

“Hal yang tidak kalah membanggakan adalah disaat nilai tukar petani (NTP) di daerah lain mengalami kontraksi, di Jatim tidak terjadi. NTP Jatim masih  tumbuh sebesar 0,26 persen,” tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Joko Widodo menuturkan, Bendungan Tukul menjadi salah satu dari 65 bendungan yang telah dimulai pembangunannya sejak enam tahun lalu. Beberapa diantaranya sudah diresmikan. Salah satunya Bendungan Nipah di Jatim. 

Baca Juga :   Cerita Alifi Penyandang Disabilitas Asal Bojonegoro Mendaki Gunung Lawu, Penuh Perjuangan

Bendungan Tukul, ungkap Jokowi memiliki peran penting, khususnya  untuk pengendalian banjir, mengairi sawah irigasi dan penyediaan air baku. Dengan kapasitas 300 liter per detik, Bendungan Tukul memiliki kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik air. 

Ia tambahkan, Bendungan Tukul bisa meningkatkan indeks pertanaman dari 1 kali tanam padi dan tanam palawija dalam setahun, menjadi 2 kali tanam padi dan tanam palawija. Dengan kondisi seperti ini Bendungan Tukul menjadi salah satu  infrastruktur penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan air.(tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *