Harga Gabah Anjlok, Bulog Tegaskan Tak Ada Permainan Harga

22180

SuaraBanyuurip.comArifin Jauhari

Bojonegoro – Anjloknya harga gabah hasil panen petani ditanggapi serius oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Bojonegoro, Jawa Timur. Ditegaskan bahwa anjloknya harga tersebut tidak ada permainan harga yang disinyalir dilakukan oleh oknum Bulog sebagai penyebabnya.

“Tidak ada permainan harga dari oknum Bulog yang menjadi sebab anjloknya harga gabah,” kata Wakil Pimpinan Kantor Cabang (Wapimca) Bulog Bojonegoro, Hendra Kurniawan, kepada SuaraBanyuurip.com di Kantornya, Selasa (09/03/2021).

Bahkan, tegas Hendra Kurniawan, jika ada yang mengetahui, dan terbukti ada oknum Bulog yang bermain harga diminta untuk segera melaporkan langsung ke pihaknya.

“Kalau terbukti ada, silahkan langsung laporkan ke kami,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Hendra ini mengaku, mendapat informasi sejak diawal musim panen harga gabah anjlok. Pihaknya juga telah turun langsung mengecek turunnya harga gabah ditingkat petani.

“Ternyata kondisi di lapangan memang benar harga gabah turun, dalam arti dibawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Namun kami juga bandingkan dengan kualitas,” ujarnya.

Baca Juga :   Bojonegoro Nyatakan Siap Bangun Jembatan Glendeng, Pemprov Jatim Belum Serahkan Aset

Salah satu sebabnya, lanjut Hendra, karena kualitas gabah menurun. Dalam sampel yang diambil Bulog, banyak ditemukan gabah yang dipanen bercampur gabah berwarna hijau. Artinya gabah tersebut sebetulnya belum saatnya panen tetapi sudah dipanen.

“Dari sisi Bulog, kami mengatasi persoalan tersebut dengan melakukan penyerapan beras. Dengan harapan jika beras naik harga gabah terkatrol naik, tetapi tetap harus sesuai standart kualitas yang ditetapkan oleh Bulog,” terangnya.

Hendra menekankan kepada mitra kerja Bulog, bahwa dalam penyerapan beras pihaknya mengutamakan kualitas. Mulai dari kadar air, butir patahnya, menirnya, derajat sosoh, sampai kepada kadar asamnya.

“Tetap akan kami lakukan penyerapan beras, supaya harga gabah trend-nya merangkak naik cenderung stabil. Meskipun di Gudang kami stok beras masih banyak, per tanggal 8 Maret ini sekira 5391 ton,” pungkasnya.

Pantauan dilapangan menyebutkan, harga gabah hasil panen petani saat ini dikisaran Rp 3.300 sampai Rp 3.400 per kilogram (Kg).

Sementara sesuai Permendag No 24 Tahun 2020. HPP :  Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani Rp 4.200 per kg. Gabah kering Giling (GKG) ditingkat penggilingan Rp 5.250 per kg. Gudang Bulog Rp 5.300 per kg. Untuk beras di bulog Rp 8.300 per kg.(fin)

Baca Juga :   2 Warga Bojonegoro Raih Juara di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Jawa Timur

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *