SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Jumlah antrean jamaah haji di Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Jawa Timur kini mencapai 40 ribu orang. Hal itu, karena adanya pandemi Covid-19 sehingga pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) ditunda.
Kasi Pelaksana Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Masduki mengatakan, antrean haji di Bojonegoro semakin bertambah karena mengalami penundaan pemberangkatan. Pandemi Covid-19, kata dia, menjadi alasan pemerintah meniadakan pemberangkatan haji ke tanah suci.
“Pada 2020 lalu ada 35 ribu antrean haji di Bojonegoro. Kini, antrean mencapai 40 ribu orang bahkan lebih. Hal itu, disebabkan adanya penundaan pemberangkatan haji pada 2020 karena pandemi Covid-19,” katanya, Rabu (10/3/2021).
Dia menjelaskan, jika mendaftar haji pada tahun ini akan diberangkatkan pada 2051 mendatang. Sebab lama antrean haji hingga 30 tahun. Selain itu, pendaftar haji per harinya mencapai 20 hingga 30 orang mendaftar. Sehingga, meski pandemi Covid-19 pendaftar haji baru cukup banyak.
Sedangkan, lanjut dia, kepastian pemberangkatan haji pada 2021 ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Meski, Kemenag Bojonegoro telah melengkapi dokumen pemberangkatan haji.
“Belum ada kepastian pemberangkatan haji dari pemerintah pusat,” kata Masduki.
Dia menambahkan, padahal jamaah haji di Bojonegoro akan diberangkatkan pada Juni 2021 mendatang masuk kloter empat, lima, dan enam. Namun, pemberangkatan haji itu menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
“Pemerintah harus memberikan sinyal pemberangkatan haji secepatnya. Agar CJH segera berangkat ke tanah suci” ungkapnya.(jk)