SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Jembatan penghubung Ngasem-Dander, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, yang dibangun Dinas Pengerjaan Umum (DPU) pada tahun 2014 lalu ambles, Jum’at (12/3/2021) sekitar pukul 4.00 WIB. Akibatnya arus lalulintas terganggu.
Jembatan sepanjang sekira 52 x 5 meter tersebut melintang di atas sungai menuju Kalitidu turut Desa Ngasem dan Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, tepat dibagian ujung jembatan sebelah timur.
Amblesnya jembatan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat. Membuat tanah longsor hingga samping jembatan utama penghubung Dander-Ngasem-Ngambon, ambles dan aspal jalan retak membahayakan pengguna.
“Amblesnya sekitar pukul 4.00 WIB, sehabis hujan deras tanah samping jembatan longsor,” kata Lasiman, warga Dusun Soko, Desa Sendangharjo, kepada Suarabanyuurip.com.
Agar pengguna lancar, lanjut Lasiman, telah diberikan tanda di aspal yang retak dengan ranting pohon, dan batu seadanya.
“Tepat di jembatan yang ambles dikasi tanda seadanya dengan ranting pohon agar pengendara tahu,” ujar warga RT 22, RW 08 ini.
Ditambahkan, amblesnya jembatan telah membuat arus lalulintas terganggu, karena pengendara yang akan melintasi harus bergantian.
“Kalau turun hujan lagi maka jembatan semakin rusak, dan arus lalulintas akan macet total karena tidak lagi bisa dilalui,” imbuhnya.
Diharapkan Pemkab Bojonegoro segera melakukan tindakan agar kerusakan jembatan tidak semakin parah, dan arus lalulintas bisa lancar.
“Semoga saja segera ada perhatian dari Pemkab Bojonegoro,” pungkasnya.
“Segera akan kita lakukan pengecekan,” sambung Camat Ngasem, Waji.(sam/fin)