SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Jembatan Poros Umum Kecamatan (PUK) Ngasem – Dander saat ini kerusakannya semakin parah. Hujan lebat berdurasi 5 jam disinyalir sebagai penyebab akibatnya tanah sekitar jembatan penghubung Kecamatan Ngasem dengan Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, longsor.
Sekretaris Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Sekdin BPBD) Bojonegoro, Zainul Ma’arif mengungkapkan, longsoran di tebing tepi sungai berdampak pada Tembok Penahan Tanah (TPT) jembatan ambles semakin parah pada Minggu (14/03/2021) malam. Kenaikan debit sungi tidu yang terjadi akibat hujan selama 5 jam disinyalir menjadi penyebabnya.
“Dari assesment bencana tanah longsor pagi ini, diketahui TPT jembatan di sisi Timur ambles sepanjang kurang lebih 25 meter (m), lebar 30 m, setinggi 6,7 m,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Dijelaskan, sebanyak satu rumah terdampak longsor. Yakni milik Yasir (60), warga Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, rusak dibagian dapur. Sedangkan pada bagian depan rumah dikhawatirkan terkena longsor susulan karena tanah masih bergerak.
“Termasuk satu rumah milik Bu Jasmi (70) yang berjarak 3 m dari lokasi longsor, berisiko terkena longsor susulan, karena kondisi tanah masih bergerak,” ujar Zainul.
Ditambahkan, BPBD telah berkoordinasi dengan pihak terkait guna menentukan tindakan penanganan darurat. Sementara jalan yang ambles telah diurug pedel oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sedangkan taksiran kerugian masih dalam penghitungan. Penilaian kebutuhan mendesak kami temukan berupa pedel, batu, dan bronjong,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Unit Reaksi Cepat Dinas Perhubungan (URC Dishub) Bojonegoro, Sukirno mengatakan, Dishub segera mengganti rambu peringatan, baik yang di pertigaan Pasar Dander maupun di perempatan Pasar Ngasem.
“Karena kerusakan makin parah, kami segera koordinasi agar rambu peringatan diganti, saat assesment tadi hanya roda dua yang bisa melintas,” ucapnya.
Mantan Pejabat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) ini juga terus menerus memonitor situasi terkini jembatan Ngasem.
“Demi keselamatan pengguna jalan, kami akan merekomendasikan menutup akses jembatan apabila pada kondisi kedepan ternyata tidak memungkinkan untuk dilewati,” tegasnya.(fin)