SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Jumlah tenaga kerja (naker) di sektor minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur selama dua tahun terus meningkat. Pekerja migas lebih didominasi tenaga kerja dalam negeri daripada asing.Â
Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Slamet mengatakan, rekapitulasi penempatan naker sektor migas di proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB) selama dua tahun mengalami peningkatan. Yakni, hingga November 2019 lalu sebanyak 1.995 naker berada di proyek JTB.
“Jumlah itu terdiri dari naker lokal dan non lokal. Meliputi jumlah naker skill, semi skill, dan un skill,” ungkapnya, Selasa (16/3/2021).
Sedangkan pada 2020 naker yang bekerja di sektor migas JTB mengalami peningkatan. Sebanyak 6.199 naker lokal dan non lokal dengan jumlah naker skill, semi skill, dan un skill. Jumlah naker itu, kata dia, di bawah 41 perusahaan di sektor migas di JTB beroperasi di Bojonegoro.
Dia mengatakan, ada tiga kategori dalam naker lokal dan non lokal yang bekerja di JTB yakni naker skill, semi skill, dan un skill. Jika naker dirinci dalam tiga ketegori tersebut maka naker lokal lebih mendominasi.
“Untuk naker lokal sebanyak 4.172 naker. Sedangkan, non lokal ada 2.027 naker,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Slamet menjelaskan, untuk jumlah naker lokal kategori skill ada 1.561, semi skill ada 1.211 naker, dan un skill ada 1.287 naker. Sedangkan untuk naker non lokal kategori skill ada1.709 nake, semi skill ada 242 naker, dan un skill ada 1 naker. Jumlah tersebut untuk naker yang bekerja di sektor migas JTB.
“Tenaga kerja masih didominasi oleh naker lokal dibandingkan non lokal,” kata Slamet.
Dia menambahkan, jika didata menurut naker dalam negeri dan asing yang bekerja di migas. Naker dalam negeri lebih mendominasi, yakni sebanyak 25 naker asing bekerja di sektor migas di Bojonegoro.
“Di antaranya terdiri dari 14 naker yang bekerja di ExxonMobil dan 9 naker bekerja di Shoufong,” tambahnya.(jk)