Perbaikan Jalan Butuh Anggaran Rp3 Triliun, Pemkab Blora Akan Hutang Bank

22267

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, sedang mematangkan rencana meminjam uang untuk perbaikan infrastruktur di wilayahnya. Kerusakan jalan dan jembatan saat ini mencapai 70%, dan diperkirakan membutuhkan anggaran sekira Rp3 triliun.

Pinjaman uang ini sebagai modal percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Blora. Ditargetkan pembangunan dapat dimulai pada 2022 mendatang. 

“Ini sesuai apa yang telah saya sampaikan pada saat pidato perdana pasca pelantikan 26 Februari lalu,” ucap Bupati Blora, Airef Rohman, Selasa (23/3/2021).

Rapat koordinasi pinjaman daearah digelar hari ini. Dipimpin Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati didampingi Ketua DPRD, komisi DPRD yang membidangi, Sekda, Kepala BPPKAD, Bappeda, DPUPR, dan beberapa OPD. Rapat mendengarkan paparan dari Bank Jateng sebagai calon pemberi pinjaman.

“Tadi sudah kita dengarkan paparan dari Bank Jateng yang disampaikan oleh Pak Pramono sebagai Kepala Divisi Korporasi. Paparan yang disampaikan akan kita pelajari bersama dan kita sampaikan ke Pak Bupati. Pada dasarnya langkah ini telah mendapatkan dukungan dari Ketua DPRD dan teman-teman dewan, sehingga nanti tahapannya seperti apa akan kita tempuh satu-satu agar pembangunan jalan di Kabupaten Blora bisa segera kita lakukan,” jelas Wakil Bupati.

Baca Juga :   DPRD Minta Disperinaker Bojonegoro Siapkan Program Alternatif Atasi Pengangguran

Sementara itu, Sekda Komang Gede Irawadi, menambahkan, sebelum mengambil pinjaman ini, pihaknya meminta Bappeda dan BPPKAD melakukan kajian lebih dulu. Mulai dari regulasi, tahapan dan penggunaan anggarannya.

“Kita juga perlu mengurus perizinan ke Kementerian Dalam Negeri terlebih dahulu, karena pinjaman yang akan diambil nanti masuk kategori pinjaman jangka menengah,” ujar Sekda.

Kepala DPUPR Kabupaten Blora, Samgauatama Karnajaya, menyampaikan kondisi kerusakan jalan mencapai sekitar 70 persen. Untuk memperbaikinya dibutuhkan total anggaran sekitar Rp3 triliun.

“Opsi pinjaman ini kami dukung, namun tahapannya harus dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan. Tentang berapa dana yang akan dipinjam Pemkab, nanti akan dibahas lebih lanjut. Semoga tahun 2022 sudah bisa dilakukan untuk peningkatan pembangunan jalan dan jembatan,” bebernya.(suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *