SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo
Surabaya – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pihaknya memberi ruang kepada jajaran anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim terlibat dalam program ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singhasari, Malang.
“Rasanya tahun 2023 sudah bisa. Silicon Valley Jatim ada di KEK Singhasari. Produk yang disiapkan strategis dan efektif untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Gubernur Khofifah disela Pelantikan pengurus AMSI Jatim (2020-2023) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya kemarin.
Pelantikan 42 pengurus AMSI Jatim dengan Ketua dan Sekretaris, Arif Rahman dan Saptini Darmaningrum, tersebut
dipimpin oleh Dwi Eko Lokononto, pendiri AMSI sekaligus Anggota Badan Pertimbangan dan Pengawas AMSI Pusat.
Khofifah menambahkan, saat ini animator yang disiapkan di sana sangat strategis, dan formatnya telah dikomunikasikan dengan Kemkominfo. Proses penguatan digital IT menjadi sangat penting, telah disiapkan tim untuk mengidentifikasi dalam pemberian digital talent scholarship.
Tahun ini Pemprov Jatim akan membagikan 100 ribu kuota beasiswa di bidang digital talent. Tahun depan, Kemenkominfo bersama Pemprov Jatim, akan menyiapkan 2,5 juta kuota beasiswa di bidang industri digital.
“Digital talent scholarship untuk AMSI kebutuhannya sangat besar. Bisa masuk ke-action plan dan membantu program kerja AMSI serta membangun sinergitas dengan semua stakeholder ekosistem digital,” ujar Khofifah.
Ia meminta, agar AMSI segera mengagendakan rapar kerja untuk membuat action plan kerja sama dengan pengelola KEK Singhasari. Kerja sama ini sangat strategis mengingat KEK fokus pada pengembangan ekosistem digital dan ekonomi kreatif.
Konsep KEK Singhasari menitikberatkan pada pengembangan platform economic digital. Program ini diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp11,92 triliun, dan dapat menyerap 6.863 tenaga kerja hingga tahun 2030.
â€Saya kira ini sangat pas dengan peran AMSI. Segera nanti diagendakan pertemuan dengan pengelola KEK Pak David,” kata Gubernur Khofifah. (tbu)
