SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Penerapan sekolah tatap muka (STM) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur rencananya akan berlangsung Juli 2021 mendatang. Namun, penerapan STM di Bojonegoro masih mempertimbangkan penyebaran virus Covid-19.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro Adi Prayitno mengatakan, penerapan SKM yang direncanakan Juli mendatang masih melihat kondisi penyebaran Covid-19 di Bojonegoro. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan mengenai pembelajaran tatap muka.
“Kalau di Bojonegoro sudah ada pembelajaran tatap muka namun hanya 50 persen. Sebab, melihat situasi di lapangan,” katanya, Sabtu (24/4/2021).
Dia mengatakan, STM masih mempertimbangkan kondisi di wilayah masing-masing tingkat penyebaran Covid-19. Karena itu, harus melakukan langkah-langkah kongkrit untuk penerapan SKM ini.
“Tergantung kondisi wilayah misalnya jika masih zona merah pastinya pembelajaran tatap muka ditiadakan,” ungkapnya.(jk)