CSR Migas Solusi Bangun Kelas Baru MI Manbaul Ulum

22497

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Jelang pembelajaran tahun ajaran baru 2021/2022, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Manbaul Ulum di Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kekurangan kelas. Musababnya, jumlah pendaftar baru di MI tersebut melebihi daya tampung kelas yang tersedia.

Akibatnya, puluhan siswa baru ring 1 lapangan Migas (Minyak dan Gas Bumi) Sukowati, Blok Tuban, yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 Sukowati Field terancam tak punya kelas saat memasuki pembelajaran tatap muka. Pihak MI Manbaul Ulum berharap, dana CSR (Corporate Social Responsibility) Migas bisa menjadi solusi permasalahan tersebut.

“Harapan kami, dana CSR dari Pertamina bisa berlanjut untuk menambah bangunan kelas baru. Karena jumlah murid baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini sebanyak 61 orang. Itu melebihi daya tampung kelas,” kata Ketua Yayasan Manbaul Ulum, Moh. Yasin, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (26/04/2021).

Menurut Yasin, rata-rata tiap kelas berisi 40 siswa. Semisal disekat pun, untuk murid baru tetap tidak layak untuk proses belajar mengajar, karena para murid duduk berdesak-desakan. Sehingga diharapkan bantuan CSR untuk pembangunan ruangan baru bisa segera dilanjutkan.

Baca Juga :   Pramuka Kwarran Gayam Gelar Jambore

“Kalau menyesuaikan rencana bangunan gedung yang ada itu, sebetulnya kurang dua ruangan. Kalau sampai tahun ajaran baru ini masuk nantinya belum ada gedung, mungkin kita nebeng di gedung pondok sebelah. Kecuali kalau pembangunan bisa segera terwujud,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno mengatakan, dana CSR dari Pertamina kepada MI Manbaul ulum tercatat sudah tiga kali diberikan. Tetapi pengajuan yang ke empat belum dicairkan.

“Belum cair sampai hari ini, harapan kami tentu bisa segera ada realisasi,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten Manajer (Asman) Hubungan Masyarakat (Humas) Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Victorio Chatra Primantara membenarkan, bahwa CSR sudah diberikan ke MI Manbaul Ulum dari tahun 2018 hingga tahun 2020.

Pada tahun 2018, lanjut Victorio, diberikan peralatan berupa meja kursi. Kemudian tahun 2019 dan 2020 diberikan bangunan ruang kelas, yang mana pembangunannya bekerja sama dengan BUMDes Campurejo.

Untuk tahun 2021, memang sudah ada pengajuan, tapi belum ada keputusan karena ada perubahan organisasi. Mulai 1 April 2021, seluruh anak perusahaan Pertamina hulu masuk dibawah Sub Holding Upstream.

Baca Juga :   1 September, STIKES ICSADA Gelar Wisuda

“Tapi rencananya kita upayakan tetap membantu ke sana,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *