Sertifikasi OPA Amankan Pekerja dan Perusahaan

22496

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – LSP PPSDM Migas di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah terus berkomitmen meningkatkan kompetensi personel di industri migas dengan melaksanakan sertifikasi Operasi Pesawat Angkat (OPA). Sebanyak 91 peserta mengikuti sertifikasi OPA pada Selasa-Rabu (20 – 21/4/2021). Meliputi ujian tertulis, praktek dan wawancara.

Adapun  rinciannya, Juru Ikat Beban sejumlah 50 peserta, operator kran mobil sebanyak 22 orang, operator kran putar tetap sebanyak 14 orang dan operator forklift sebanyak 5 orang. Sehari sebelum ujian para peserta terlebih dahulu mendapatkan bimbingan teknis pelaksanaan sertifikasi.

Salah seorang asesor sertifikasi OPA Rohenda, menjelaskan Operasi Pesawat Angkat dan juru ikat beban (rigger) merupakan salah satu ruang lingkup penunjang di industri migas yang mewajibkan personelnya memiliki sertifikat kompetensi. 

“Sertifikasi kompetensi ini berguna untuk memastikan para pekerja memiliki kompetensi yang diperlukan guna ewujudkan prodktifitas kerja yang maksimal,” terangnya.

Menurut dia, penggunaan alat berat pesawat angkat (crane) tidak lepas kaitannya dengan peran seorang rigger dan operator pesawat angkat. Baik itu unit forklift, kran mobil maupun kran putar tetap.

Baca Juga :   Sarankan PT BBS Koordinasikan PI Blok Tuban dengan Bupati

Operator pesawat angkat adalah tenaga kerja yang mempunyai kemampuan dan memiliki keterampilan khusus dalam pengoperasian pesawat angkat.

Sedangkan rigger adalah tenaga kerja yang mempunyai kemampuan dan memiliki keterampilan khusus dalam melakukan pengikatan barang serta membantu kelancaran pengoperasian peralatan angkat.

Alat bantu angkat yang digunakan adalah sling, shackle, hook, eye bolt,  turn buckle dan lain-lain sesuai kebutuhan pengangkatan. 

“Untuk mengukur kompetensi pekerja di bidang operasi pesawat angkat, angkut dan ikat beban maka personel akan diuji kompetensinya tentang penyiapan operasi crane mobil, crane putar tetap, crane jembatan dan forklift, pengoperasian crane mobil, crane putar tetap, dan forklift, mengikat dan mengendalikan beban, beban statis dan dinamis, membuat laporan operasi crane mobil, crane putar tetap, dan forklift,” ujar Rohenda.

Dia menambakan, bahwa tugas seorang seorang rigger dan operator pesawat angkat sangat berat karena mempunyai resiko yang tinggi. Kesalahan dalam kegiatan pada proses ini dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang berakibat kerusakan alat dan melukai pekerja bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Baca Juga :   Warga Remen Berdoa Supaya Tidak Digusur

Dalam prakteknya, hal tersebut tentu sangat merugikan. Terlebih pada industri minyak bumi dan gas bumi. Kecelakaan kerja dapat dihindari jika para pekerja sudah membekali diri dengan kompetensi yang dibutuhkan, menerapkan K3 dalam bekerja dan memiliki kerjasama yang baik.

“Hindari bekerja sendirian di lapangan karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja,” ujar Rohenda.(adv/ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *