Warga Ring 1 JTB Tuntut Peningkatan Penyiraman Jalan Menuju JC

22611

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Sejumlah warga ring satu proyek Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) melakukan aksi protes di jalan proyek menuju lokasi Jambaran Central, tepatnya di sebelah Barat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (17/05/2021).

Mereka menuntut agar jalan proyek menuju Jambaran Central tersebut dilakukan peningkatan penyiraman. Sehingga tidak menimbulkan polusi debu yang mengganggu warga dan tanaman pertanian di kanan kiri jalan.

“Kami tidak demo, hanya melakukan protes agar perusahaan yang terlibat di proyek menuju Jambaran Central meningkatkan penyiraman. Agar polusi debu saat kendaraan proyek melintas terkurangi,” kata Ngari, warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, disela-sela aksi protes.

Warga desa ring satu proyek JTB ini menambahkan, dampak polusi debu perlu diperhatikan. Karena aktivitas proyek menuju Jambaran Central (JC) mulai meningkat, dan penyiraman yang dilakukan masih tergolong minim.

Ngari tidak memungkiri jika perusahaan sudah melakukan penyiraman. Namun penyiraman yang dilakukan kurang maksimal, dan kurang basah sehingga cepat kering. Dijelaskan, bahwa dampak polusi debu ini selain dirasakan langsung oleh warga sekitar, juga mengganggu pertumbuhan tanaman pertanian yang ada di sekitar jalan proyek, karena daun tanaman pertanian banyak tertempel debu.

Baca Juga :   Inilah Hasil Lifting Minyak Bumi Bojonegoro Triwulan 4

“Saya menduga polusi debu ini ditimbulkan dari jalan proyek JTB. Dan kami tidak ada niatan untuk menghambat proyek, tapi hanya menuntut hak sebagai warga terdampak. Jadi kalau tuntutan dikabulkan, maka protes tidak akan dilakukan. Tapi kalau tidak dikabulkan jangan salahkan kalau nanti jalan ditutup total,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Manager JTB Site Office & PGA PT Pertamina EP Cepu, Edy Purnomo mengaku, akan melakukan pengecekan terlebih dulu terhadap tim yang ada dilapangan.

“Saya checknya ke temen-temen dulu ya, Mas,” kata Edy Purnomo, ketika dikonfirnasi Suarabanyuurip.com melalui WhatsApp perihal dampak polusi debu yang dirasakan warga Pelem.

Aksi protes warga tersebut tak berlangsung lama, dan membuyarkan diri setelah ditemui oleh sejumlah karyawan perusahaan yang terlibat di proyek menuju JC, dan personel keamanan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *