Dari Kuota 7,5 Juta MT, Realisasi Penyaluran LPG 3 Kg Hingga April Capai 2,4 Juta MT

operasi pasar

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Realisasi penyaluran LPG 3 Kg hingga April 2021 sebesar 2.416.193 MT atau 32,21% dari kuota nasional yang ditetapkan sebanyak  7,5 juta metrik ton (MT). Sementara itu, outlook LPG 3 kg tahun 2021 diperkirakan sebesar 7.473.603 MT. Presentase kuota nasional berbanding dengan outlook tahun 2021 sebesar 99,65%.

Kuota nasional 7,5 juta MT ini termasuk rencana Konversi LPG Tabung 3 kg untuk Rumah Tangga dan Usaha Mikro di Indonesia Timur, serta rencana Konversi LPG Tabung 3 kg untuk Nelayan dan Petani Sasaran tahun 2021. Kuota nasional di luar konversi yang akan dilakukan tahun 2021 sebesar 7.435.335 MT.

“Total realisasi ini sedikit lebih rendah dari kuota per bulan yang direncanakan yaitu 99,81%,” papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, mengenai laporan rencana dan progress LPG 3 kg untuk tahun anggaran 2021, evaluasi dan implementasi program pertashop dan perkembangan proyek GRR Tuban, Senin (24/5/2021).

Berdasarkan data, penyaluran LPG 3 kg bulan Maret 2021 melebihi kuota yang direncanakan. Hal ini disebabkan karena jumlah hari penyalurannya lebih banyak (27 hari) dan adanya penambahan jumlah sub penyalur/pangkalan untuk mengejar target One Village One Outlet (OVOO).

Baca Juga :   PPSDM Optimis Lampaui Target Sertifikasi

Tutuka menjelaskan, kuota nasional di luar kebutuhan konversi yang akan dilakukan di 2021 yaitu sebesar 7.435.335 MT, terdistribusi ke seluruh propinsi terkonversi. Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah merupakan 3 provinsi dengan kuota terbesar karena jumlah pengguna LPG tabung 3 kg pada provinsi tersebut merupakan yang terbesar sejak dilakukan konversi mitan ke LPG 3 kg.

Sementara terkait perkembangan harga jual eceran berbanding harga keekonomian LPG 3 kg, rata-rata subsidi harga tahun 2021 berdasarkan perhitungan nilai subsidi hasil audit BPK dibagi dengan volume hasil audit BPK adalah sebesar Rp 8.781 per kg. Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar 64,3 % dari tahun sebelumnya. 

Sedangkan harga keekonomian yang sudah termasuk margin agen ditambah PPN pada tahun 2021 adalah Rp 12.000 per kg di mana harga jual eceran adalah Rp 4.250 per kg. Realisasi pembayaran sampai dengan bulan Maret 2021 sebesar Rp 15,04 triliun. (suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *