Pendataan Ditarget Rampung 31 Mei, Aplikasi SDGs Desa Sering Eror Saat Digunakan

22668

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pendataan sustainable development goals (SDGs) desa ditargetkan selesai hingga 31 Mei mendatang. Namun, aplikasi yang digunakan untuk memasukkan data saat ini sering terjadi kesalahan atau eror.

Tenaga Ahli (TA) P3MD Kemendes PDTT di DPMD Bojonegoro M. Fathur Rochman mengatakan, relawan pokja hingga kini masih melakukan pendataan di desa-desa. Misalnya, Desa Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk sudah melakukan musyawarah desa khusus (musdessus) penetapan hasil pendataan SDGs desa.

“Sebab, relawan pokja telah menyelesaikan pendataan SDGs desa. Yakni tercatat data individu sebanyak 2.603 orang, 856 kepala keluarga ada 16 RT,” katanya, Jumat (28/5/2021).

Dia mengatakan, hasil pendataan SDGs desa di Bojonegoro dari keempat koresponden sudah mulai terdata semua. Di antaranya ada 87 atau 20,76 persen desa yang telah terdata, untuk rukun tetangga (RT) sudah 3.138 terdata.

“Dan untuk kepala keluarga (KK) sudah 260.158 terdata. Kemudian untuk survei individu atau anggota keluarga ada 782.058 atau 60,08 persen telah terdata,” ungkapnya.

Baca Juga :   Minta Maaf Belum Realisasikan Media Center

Fathur menjelaskan, ada sejumlah permasalahan dalam memasukkan data SDGs desa ini. Aplikasi sering terjadi kesalahan atau eror ketika sedang dipakai.

“Itu terjadi karena aplikasi dipakai untuk memasukkan data SDGs desa seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Gara Rana Paranina Relawan Pokja SDGs Desa Sukowati mengatakan, aplikasi yang digunakan sering lama operasinya saat untuk memasukkan data. Jadi, semakin data yang dimasukkan banyak, juga membuat operasi aplikasinya melambat.

“Kendala aplikasinya sering lemot juga sering gagal. Tapi kalau gagal tergantung sinyal biasanya,” ungkapnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *