Komisi VII Apresiasi Kinerja SKK Migas Sepanjang 2020

22684

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Komisi VII DPR RI mengapresiasi mengapresiasi kinerja SKK Migas pada tahun 2020. Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda semua negara dan menyebabkan menurunnya harga migas dunia beberapa waktu lalu, namun dapat tetap mempertahankan produksi migas.

“Dengan melihat indikator sektor hulu migas, maka secara umum SKK Migas telah melakukan kinerjanya yang baik di tahun 2020. Ini patut diapresiasi dan diharapkan terus berlangsung pada tahun 2021,” kata Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala SKK Migas dan 7 KKKS terbesar di Gedung Parlemen, Senayan beberapa waktu lalu dilansir dari laman resmi DPR-RI.

Politisi Partai Nasdem ini menyampaikan, dengan kecenderungan pandemi Covid-19 yang terus menurun serta keberhasilan program vaksinasi dan meningkatnya harga minyak mentah dunia (West Texas Intermediate/WTI) hingga mencapai 65 dolar AS per barel dan brent sebesar 68,71 dolar AS per barrel, bisa menjadi faktor pendukung optimisme recovery industri migas nasional.

Baca Juga :   Pertamina EP Gelar Puncak Peringatan Bulan K3

Namun demikian, menurut Sugeng, perlu diwaspadai juga dalam sektor geopolitik di Timur Tengah. Kawasan ini diketahui merupakan jantung dari sektor minyak dan gas dunia, atas rencana penjatuhan embargo ekonomi terhadap negara Iran, yang akan berdampak pada melimpahnya suplai minyak mentah sehingga bisa mengganggu stabilitas pergerakan harga. 

“Karena pergerakan harga tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja industri migas nasional,” pesannya.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Kepala SKK Migas tersebut, Komisi VII DPR RI ingin memperoleh informasi dan penjelasan dari Kepala SKK Migas mengenai year to year date dan prognosa penerimaan negara sektor hulu migas, lifting migas, realisasi cost recovery dan ICP tahun 2021. Selain itu juga untuk mengetahui proyeksi target penerimaan negara sektor hulu migas, lifting migas, cost recovery dan ICP tahun 2022, serta mendapatkan penjelasan mengenai semua peralihan semua blok-blok yang telah selesai kontrak. 

Pada kesempatan itu, Sugeng juga meminta Kepala SKK Migas untuk melakukan prognosa lifting migas tahun 2021 secara akurat menggunakan data mutakhir target lifting migas tahun 2022 menjadi realistis.(suko)

Baca Juga :   Memacu Produksi Migas, Meningkatkan Standar K3LL


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *