SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Jembatan poros Malo-Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang baru selesai dibagun Dinas Penkerjaan Umum (DPU) pada tahun 2019 lalu ambles dan membahayakan pengguna, khususnya pengendara roda dua.
Jembatan sepanjang 12 x 8 meter tersebut melintang di atas kali ampel turut Desa Tambakromo, Kecamatan Malo dan Desa Tambakmerak, Kecamatan Kasiman, tepat kerusakan yang ambles dibagian tengah jembatan.
“Amblesnya jembatan poros Malo-Kasiman ini kira-kira sudah ada empat bulanan, dan sangat membahayakan bagi pengguna, utamanya pengendara sepeda motor,” kata Tulus Widodo, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (7/6/2021).
Warga Rukun Tetangga (RT) 05, Dusun Ngelo, Desa Tambakromo itu menjelaskan, bahwa amblesnya jembatan diduga karena kurangnya padat urugan bangunan jembatan bagian ujung.
“Saya menduga karena urugannya bagian ujung jembatan yang bersentuhan langsung dengan tebing kali ampel kurang padat. Sampai saat ini belum ada dinas terkait yang mengeceknya,” tandasnya.
Agar pengguna tahu jembatan ambles, lanjut Tulus, diberi tanda seadanya dengan ranting pohon tepat dibagian jembatan yang rusak oleh warga.
“Siapa yang ngasi tanda, saya tidak tahu karena saat lewat sudah ada tanda ranting pohon tersebut,” ucapnya.
Diharapkan Pemkab Bojonegoro segera melakukan tindakan agar kerusakan jembatan tidak semakin parah, dan tidak membahayakan pengguna, tentunya arus lalulintas juga tetap lancar.
“Mudah-mudahan saja segera ada perhatian dari Pemkab Bojonegoro,” pungkasnya.
Terpisah Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Sukirno mengaku, belum mendapatkan informasi dari dinas terkait.
“Belum dapat info, Mas. Saya masih di Surabaya,” kata Sukirno.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Retno Wulandari, dikonfirmasi terkait hal tersebut belum memberikan jawaban. Pesan WhatsApp yang dikirimkan hingga berita ini diturunkan belum dibalas.(fin)
