Mundur Enam Bulan, Kilang Tuban Beroperasi Juni 2027

22725

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Tuban – Pembangunan kilang minyak baru atau New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur, dipastikan molor dari target awal. Mega proyek yang menelan investasi US$ 16 miliar ini awalnya ditarget selesai pada 2026, namun diperkirakan baru bisa beroperasi atau onstrem di pertengahan 2027.

“GGR Tuban onstrem di Juni 2027 atau mundur enam bulan,” ujar Direktur Utama Refinery & Petrochemical Subholding PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.

Djoko menyampaikan mundurnya target ini disebabkan engineering desain mengalami kemunduran karena pandemi Covid-19. 

“Nagara yang mengerjakan basic engineering dan lisensornya kemarin terkena lockdown,” kata Djoko.

Dikatakan, basic engineering desain (BED) telah rampung, dan sedang dilakukan Front End Engineering Design (FEED) yang hingga 30 April 2021 mencapai 0,6%. FEED ditargetkan selesai pada Januari 2022. 

“Nanti akan dilakuan speed up setelah FEED selesai. Kemarin telah dilakukan king of meeting di bulan April, dan rencana selesai dalam waktu 1 tahun. Kemudian akan kita lakukan speed up-speed up dieksekusi di project,” tegas Djoko.

Kilang minyak tuban merupakan proyek strategis nasional. NGGR Tuban berada 11 kilo meter dari Kota Tuban. Lokasinya dekat dengan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM Tuban, PLTU Tanjung Awar-awar.

Baca Juga :   PBB Tanah Blok Cepu Dibayar Lewat Depkeu

Pembangunan kilang minyak Tuban akan terintegrasi dengan petrokimia kompleks. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300.000 barel minyak per hari dan produksi petrochemical mencapai 4.701 kilo ton per annum (ktpa). 

Pruduk BBM dari Kilang Tuban sebanyak 12, 8 juta KL per tahun. Meliputi diesel, avture, gazolin. Rinciannya, 5,2 juta diesel, 1,49 juta avture, dan 5,95 juta gazolin. 

Djoko menyampaikan status terkini project Kilang Tuban. Untuk penyiapan lahan seluas sekira 834,8 ha. Terdiri 377 ha lahan milik warga, 328 ha milik KLHK, dan lahan perhutani 105 ha, jalan desa 3,4 ha dan relokasi perhutani 20 ha.

“Lahan warga telah selesai 100% dilakukan pembayaran pada 9 desember 2020. 55 pemilik dibayar secara konsinyasi,” bebernya dikutip dari video RPD yang diupload di facebook Komisi VII.

Sedangkan untuk pembersihan lahan (land clearing) tahap III terealisasi 27 % per 27 Mei. Land clearing tahap IV dimulai setelah tahap III selesai pada 20 Oktober 2021. 

Sementara untuk lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) telah selesai akuisi melalui perjanjian Tukar Menukar Kawasan Hutan atau TMKH  pada Desember 2019. 

Baca Juga :   Disperinaker Buka Seleksi Peserta Pelatihan PPSDM Migas Cepu

“Land clearing sudah selesai dan garis restorasi pada Juli dan Mei 2020,” ucap Djoko.

Lahan Perhutani, tambah Djoko, telah selesai persetujuan prinsip yang tererbit pada 12 Januari 2021. Begitu juga surat dispensasi dari KLHK untuk memulai pekerjaan di atas lahan telah terbit 16 April 2021.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, terget pengembangan kapasita kilang sekarang ini telah dipangkas. Dari sebelumnya 2 juta barel per hari menjadi 1.425.000 barel hari. 

“Kami bersama pemerintah telah mereview rencana pengembangan kapasitas kilang ini,” sambung Nicke.

Penurunan kapasitas kilang ini, lanjut Nicke, dikarenakan adanya disrupsi energi. Pemerintah mendorong pengembengan eneegi baru terbaharukan (EBT) dan pengembangan baterai kendaraan listrik di dalam negeri. 

“Kami kemudian melakukan laymant terhadap program dari awal double capacity 1 juta barel per hari menjadi 2 juta barel direvisi dari 1 juta menjadi 1.425.000. Jadi peningkatannya 425 ribu,” tuturnya.

Menurut Nicke, penambahan 425 ribu bph ini nantinya akan berasal dari NGGR Tuban sebesar 300 ribu bph, kemudian dari Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan 100 ribu bph, dan dari Kilang Balongan 25 ribu bph.

“Tambahan terbesar nanti dari GGR Tuban,” pungkasnya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *