Tekan Emisi, SKK Migas Minta KKKS Galakkan Penanaman Pohon

22755

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – SKK Migas mendorong peningkatan gerakan penanaman pohon di wilayah-wilayah kerja hulu migas sebagai upaya mengurangi polusi dan meningkatkan penyerapan karbon. Program penanaman pohon ini sebagai perimbangan peningkatan kegiatan di hulu migas dalam rangka mengejar pencapaian target 1 juta bopd minyak dan 12 MMscfd gas pada tahun 2030.

Sebagai wujud nyata dari imbauan tersebut, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto melakukan penanaman pohon di sela kunjungan kerja meninjau proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (10/6/2021).

“Gerakan penanaman pohon sudah dilakukan industri hulu migas sebagai komitmennya untuk menjaga lingkungan. Namun kini kami akan semakin menggalakkan pelaksanaan program tersebut, sebagai bentuk dukungan pada komitmen pemerintah untuk menjaga lingkungan. Targetnya pada tahun ini akan ada penanaman 1 juta pohon,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto melalui keterangan resminya.

Dwi menyampaikan, mulai tahun 2021, SKK Migas memasukkan kegiatan penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lahan kritis di wilayah-wilayah kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), menjadi salah satu Key Performa Indicator (KPI) Organisasi. Keputusan ini untuk memastikan program dilakukan dengan baik. 

“Untuk pelaksanaan program kita koordinasikan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK,” tegas mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) itu.

Baca Juga :   MInta Jalan ke SMPN Gayam Dibangun

Dwi menjelaskan, program rehabilitasi DAS mulai dicanangkan pada tahun 2015, dan terdapat 12 KKKS yang terlibat dalam kegiatan untuk merevitalisasi lahan kritis di daerah sekitar kegiatan operasi. Kegiatan telah dilakukan di atas lahan seluas 6.140 hektar. Sampai April 2021 telah terdapat 5.417 hektar, telah dilakukan penanaman dengan status yang berjenjang. Lahan seluas 1.154 hektar di antaranya telah selesai penanaman dan 3 (tiga) tahap pemeliharaan, sehingga telah diserahkan kepada Kementerian KLHK. 

“Sementara sisanya sedang dalam proses penanaman dan pemeliharaan,” tegasnya.

Dwi berharap agar gerakan penanaman pohon sekarang ini dilaksanakan KKKS secara lebih massif. Meskipun di lapangan kegiatan industri hulu migas tidak memerlukan pembukaan lahan yang luas, namun KKKS agar menggalakkan penanaman pohon di sekitar daerah operasinya untuk mendukung usaha menekan emisi.

“Kegiatan ini untuk menjadi perimbangan terhadap usaha yang kita lakukan untuk meningkatkan produksi yang dibutuhkan oleh negara ini,” tandasnya.

Ia menututurkan, kegiatan pembukaan lahan oleh usaha hulu migas hanya terbatas untuk pembangunan tapak sumur untuk lokasi beberapa kepala sumur dan pembangunan fasilitas pendukung produksi, dan pembangunan jaringan pipa. 

“Namun keberadaan kawasan konservasi akan sangat dipertimbangan dalam rancangan bangunan fasilitas migas,” ujarnya.

Baca Juga :   Rig TBR-C Mulai Berdiri

Proyek Pengembangan Gas JTB yang dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang direncanakan onstream pada akhir tahun 2021. Pada tanggal 5 Juni 2021, progres pembangunan fasilitas produksi dengan kapasitas 330 MMSCFD ini telah mencapai 91,34%.

“Proyek JTB merupakan salah satu dari sekian proyek migas di Indonesia yang juga bagian dari visi kami bersama untuk mewujudkan target 1 juta BOPD dan juga 12 BSCFD pada 2030. Makanya, kami harapkan Proyek EPC GPF ini dapat segera tuntas, sehingga mendatangkan manfaat untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Ini adalah tugas bersama antara SKK Migas, PEPC, dan semua pihak. Saya berharap sinergi terus dilakukan untuk kesuksesan Proyek JTB,” pungkas Dwi.

Direktur PT Pertamina EP Cepu, Awang Lazuardi optimis target on-stream dapat tercapai sesuai rencana. Awang menambahkan, kinerja PEPC tak lepas dari doa dan dukungan masyarakat. Untuk itu PEPC mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dari Pemerintah Pusat, Kabupaten Bojonegoro, aparat keamanan, mitra kerja dan masyarakat luas. 

“Tak lupa kami juga memohon dukungan sepenuhnya pada PEPC,” pungkasnya.(suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *