Pastikan Warga Terindikasi Covid-19 Varian India, Pimpinan DPRD Sidak RSUD Bojonegoro

22779

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Beredar informasi yang menyebut adanya satu warga di Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) terindikasi Covid-19 varian India atau dikenal sebagai B16172, mendorong unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat melakukan sidak (Inspeksi mendadak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoema, tempat dimana pasien tersebut mendapatkan perawatan, Selasa (15/06/2021).

Sidak yang dilakukan oleh Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, H. Sukur Priyanto itu ditemui oleh Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoema dr. Ahmad Hernowo Wahyu Utomo, bersama perwakilan tim PE (Penyelidikan Epidemologi) Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Gito Hartono, Kabid P2P Dinkes Bojonegoro, dr. Wenny Dyah Prajanti, dan pihak terkait.

“Hari ini saya memastikan bahwa di Bojonegoro ada salah satu warga kita yang terindikasi Covid-19 strain India, ini adalah varian terbaru. Kami juga ingin memastikan pasien tersebut keberadaanya pada tempat yang baik, dalam kondisi sehat dan mendapat perawatan sesuai prosedur penanganan pasien covid-19,” kata Sukur Priyanto, kepada SuaraBanyuurip.com.

Dijelaskan, informasi yang diperoleh, baik dari pihak RSUD maupun petugas penyelidikan epidemoligi provinsi, penularan itu terjadi ditengarai kemungkinan besar berasal dari Bojonegoro sendiri. Kronologinya, pasien tersebut awalnya berangkat ke Madura. Sekembalinya dari madura yang bersangkutan merasakan sakit. Bahkan sempat diisolasi di Surabaya selama tiga hari.

Baca Juga :   Angka Stunting di Kecamatan Cepu Capai 277 Kasus Tahun 2021, Perlu Penanganan Cepat

Setelah diswab, istrinya juga terindikasi positif Covid-19, akhirnya sama-sama dirawat di RSUD. Oleh sebab trend penularan Covid-19 ini kembali naik, status zona juga berubah dari kuning menjadi orange.

“Saya menghimbau kepada Gugus Tugas dan seluruh warga di Bojonegoro untuk bersama-sama menegakkan disiplin 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, Menjaga jarak, Menjahui kerumunan, Membatasi mobilisasi dan interaksi). Untuk mengantisipasi bahayanya virus ini,” tandas politisi dari Partai Demokrat tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, perwakilan tim Penyelidikan Epidemologi Provinsi Jatim, dr. Gito Hartono mengatakan, bahwa pasien asal Bojonegoro yang disebut terindikasi positif Covid-19 varian terbaru, atau strain India, masih dalam penyelidikan.

“Meski kami mendapat rilis adanya pasien terkena Covid-19 strain India, namun kami ditugaskan di sini untuk penyelidikan hal tersebut. Hasil lab sudah keluar, tapi hasil lapangan kami belum bisa memastikan. Di Bojonegoro ini kami menyelidiki berbagai kemungkinan yang bisa kita temukan. Bisa kita terima, bisa juga kita tolak. Kami lihat tadi, kondisi pasien sebenarnya dalam keadaan bagus. Boleh dikatakan sehat,” ujarnya.

Baca Juga :   JKN Bojonegoro Rp4 Miliar Mulai Direalisasikan

Sejak awal, kata dr. Gito, mulai varian lama sampai varian baru, manifes klinis pasien Covid-19 sudah berbeda-beda. Karena, sekira 80 persen setiap muncul kasus pasien Covid manifes klinisnya dalam bentuk tanpa gejala. Sehingga kebanyakan diremehkan. Padahal sebarannya nyata.

“Oleh karena itulah masyarakat harus memakai masker. Sebab sekira 2 sampai 5 persen manifes klinis Covid-19, jika terkena, fatalitasnya langsung berat. Meski Bojonegoro ini termasuk Kabupaten dengan sebaran penularan yang terkendali, masyarakat tetap harus mewaspadai dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan,” tutupnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *