SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Guna meningkatkan keselamatan terhadap pengguna jalan yang melintas rel kereta api (KA), Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro bakal menambah 4 Pos Jaga Lintasan (PJL) dan 6 palang pintu perlintasan sebidang jalur KA pada tahun 2021 ini.
                                                                                 Perlintasan itu terletak di Desa Bumiayu dan Wire Kecamatan Baureno, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, dan Desa Mojoroto, Kecamatan Kalitidu.
Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Dishub Bojonegoro, Andik Sudjarwo, kepada SuaraBanyuurip.com saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (15/06/2021).
Dikatakan Andik, total ada sebanyak 83 titik perlintasan di Kabupaten Bojonegoro, mulai dari Kecamatan Baureno sampai Padangan.
“Dari jumlah itu, sampai saat ini ada 23 titik yang sudah ada PJL sejak tahun 2014 sampai 2020. Tahun ini, tambah 4 pos jaga dan 6 palang pintu perlintasan sebidang,†jelasnya.
Proyek pembangunan pos jaga dan pengadaan palang pintu di perlintasan sebidang itu mulai berlangsung Bulan Juli mendatang. Adapun dana yang digunakan sekira Rp 1.340.000.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro pada pos Dinas Perhubungan.
“Anggaran sebesar itu untuk pembangunan 4 Pos Jaga Lintasan Rp 200 juta dan pengadaan 6 palang pintu sebesar Rp 1,140 miliar,†imbuhnya.
Dengan rampungnya pembangunan proyek tersebut, maka jumlah perlintasan sebidang palang pintu di wilayah PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop 8 Surabaya) terealisasi 39 dari 83 titik perlintasan kereta api.
“Dari 83 titik perlintasan sebidang dari Padangan sampai Baureno sisa 44 perlintasan sebidang yang tanpa ada palang pintu,†ujarnya.
Menurut Andik, pembangunan 27 palang pintu perlintasan kereta api ini masih kurang. Sebab, berdasarkan pendataan yang dilakukan Dishub banyak jalan sebidang perlintasan kereta api yang masih tidak ada palang pintu.
“Total ada 27 PJL yang dijaga oleh petugas Dishub. Selain itu, ada 12 titik PJL milik PT KAI,†terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan tetap berupaya agar semua perlintasan kereta api yang menjadi akses jalan warga bisa terpasang semua. Untuk pembangunannya akan dilaksanakan secara bertahap.
Pembangunan palang pintu di perlintasan sebidang KA dirancang untuk memberhentikan para pengendara yang mencoba melintas. Diharapkan dengan adanya palang pintu itu bisa memberi keamanan bagi pengendara yang hendak melintas.
“Ini untuk mencegah kecelakaan, sehingga meningkatkan keselamatan sesama pemakai jalan, dan perjalanan kereta pun menjadi lebih lancar,†pungkasnya.(fin)