SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Bendungan Gongseng di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro,Jawa Timur ditargetkan mulai menampung air pada September 2021 mendatang. Oleh karena itu, DPRD Bojonegoro meminta fasilitas penunjang bendungan segera dibangun.
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, rencana jangka panjang Bendungan Gongseng untuk mengatasi pemenuhan air baku pertanian. Hal tersebut karena selama ini menjadi kendala produktivitas pertanian terutama di daerah yang kesulitan mendapat air.
“Itu perkembangan dan persiapan Bendungan Gongseng beberapa waktu lalu,” katanya, Sabtu (19/6/2021).
Sedangkan, kata dia, progres terakhir Bendungan Gongseng ditargetkan mulai menampung air pada September 2021 mendatang. Bendungan ini memiliki kapasitas sebesar 22 juta meter kubik mengaliri wilayah Kecamatan Sukosewu, Balen, Sumberrejo hingga Kepohbaru.
“Kami juga mengusulkan kepada Balai Besar Bengawan Solo, Kementerian PUPR dan Pemkab Bojonegoro agar segera membangun fasilitas penunjang,” kata Sally.
Dia menambahkan, fasilitas penunjang bendungan segera dibangun antara lain seperti saluran sekunder dan tersier. Juga, solusi long storage bagi warga sekitar Bendungan Gongseng yakni beberapa desa di Kecamatan Temayang yang terkendala secara geografis.
“Sehingga tidak bisa teraliri dengan metode elevasi karena di dataran tinggi,” ungkap politisi Partai Gerinda ini.
Sementara itu, Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro Tedjo Sukmono menuturkan, pembangunan Bendungan Gongseng masih kurang sedikit. Yakni seperti pembangunan valf, peninggian bendungan dan fasilitas penunjang bendungan.
“Untuk mengisi air bendungan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dan tergantung intensitas curah hujan. Diperkirakan September 2021, bendungan mulai dilakukan pengisian air,†ungkapnya.(jk)